Menteri Tedjo ingin mutakhirkan alutsista, asal ada suntikan dana

Tedjo berjanji akan memberdayakan industri alutsista dalam negeri dalam pengadaan.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Menteri Tedjo ingin mutakhirkan alutsista, asal ada suntikan dana
Tedjo Edhy Purdijatno. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno, menyampaikan permintaan kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana penguatan alat utama sistem persenjataan. Menurut dia, persoalan alutsista TNI dan Polri saat ini masih seputar kepada kekuatan yang masih minimum."Ya sekarang kita mengacu kekuatan minimum, tetapi ke depan kita tidak pada kekuatan minimum, kekuatan yang mampu mengamankan wilayah kedaulatan Indonesia dan seluruh rakyat Indonesianya, arahnya ke sana. Kemudian memberdayakan produksi dalam negeri, kita berdayakan alutsista," kata Tedjo di kantor Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).Guna mewujudkan mimpinya, Tedjo menetapkan syarat. Dia berharap ada peningkatan anggaran buat bila ingin alutsista Indonesia menjadi kekuatan pengamanan maksimal."Sebenarnya dengan komitmen ini kita harus melihat juga peningkatan-peningkatan (anggaran), kalau mau menambah kan harus ada peningkatan," ujar Tedjo.Tedjo juga bermimpi tetap mengutamakan perusahaan dalam negeri dalam pengadaan alutsista. Namun, apabila ada senjata tidak bisa dibikin secara mandiri, maka akan diboyong dari luar negeri."Yang belum bisa dibuat di dalam negeri kita akan membeli dari luar, seperti kapal selam, pesawat tempur, tetapi yang sudah bisa seperti kapal patroli, pesawat angkut untuk militer itu harus kita bikin di dalam negeri," tutup Tedjo."Kita menginginkan alutsista tidak hanya kekuatan minimum, tetapi kekuatan yang mampu mengamankan wilayah kedaulatan negara, serta melindungi sekitar 250 juta warga negara. Itu intinya," ucap Tedjo.

Rekomendasi