Menteri Puan ajak para peneliti jadi bagian dari revolusi mental
Merdeka.com - Besaran anggaran dari pemerintah untuk lembaga penelitian hingga kini diakui belum maksimal. Namun demikian, bukan berarti lembaga penelitian seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tak bisa berkarya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta agar LIPI terus melakukan berbagai penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Pemerintah berkomitmen untuk menaikkan anggaran penelitian dan pengembangan inovasi. Hal ini menjadi suatu kesempatan untuk meningkatkan performa dan produktivitas karya riset, sehingga implikasi teknologi bagi masyarakat pada lima tahun ke depan harus dapat diandalkan," kata Puan saat Pembukaan Rapat Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (11/3).
Menurutnya, salah satu tantangan klasik yang kerap menerpa lembaga penelitian di Indonesia adalah keterbatasan dana.
"Akselerasi perkembangan riset dan teknologi di Indonesia tidak sepesat di negara-negara maju yang mendapatkan kucuran dana yang tinggi," kata Puan.
Dia menjelaskan, anggaran untuk kegiatan riset sejauh ini masih didominasi dari anggaran pemerintah sebesar 81,1 persen. Sementara, swasta 14,3 persen dan perguruan tinggi 4,6 persen.
"Secara keseluruhan, anggaran riset di Indonesia hanya berkisar 0,08 persen dari produk domestik bruto (PDB). Padahal menurut rekomendasi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organisation (UNESCO), rasio anggaran Iptek yang memadai adalah sebesar 2 persen dari PDB," katanya.
Oleh karena itu, kata Puan, sudah saatnya swasta ikut didorong dengan memberikan insentif agar membelanjakan lebih besar lagi untuk kegiatan riset dan inovasi. Dia berharap, peringkat daya saing Indonesia akan terus meningkat secara berkelanjutan dan semakin tinggi apabila didukung oleh penelitian, teknologi dan inovasi yang kuat.
"LIPI merupakan salah satu tumpuan dalam mengatasi kelemahan Indeks Kompetitif Global Indonesia," katanya.
Puan mengajak para peneliti ikut menjadi bagian dari gerakan Revolusi Mental. Para peneliti Indonesia hendaknya menjadi motor penggerak dalam membangun Indonesia menjadi Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian.
Dalam menghadapi tantangan ke depan bangsa akan ketersediaan energi, pangan kesehatan, lingkungan dan perubahan iklim, Puan meminta dikembangkan grand design riset jangka panjang hingga 2035.
"Hal ini penting agar kegiatan riset dan inovasi lebih terarah, dan disinergikan juga dengan program pengembangan science and techno park, yang dikembangkan oleh perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai center of excellence," jelasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya