Menteri Marwan: Pameran potensi desa ajang bangun jaringan ekonomi

"Banyak potensi desa yang selama ini terpendam, kini bisa diangkat sehingga daya jangkau pasarnya akan luas."

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Menteri Marwan: Pameran potensi desa ajang bangun jaringan ekonomi
Menteri Marwan Jafar. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Berbagai strategi dilakukan untuk menggenjot pembangunan desa yang selama ini masih tertinggal. Banyak potensi dan ciri khas kekayaan desa yang bernilai ekonomi, namun belum terangkat ke pasar lantaran kurang akses. Kondisi inilah yang kemudian didobrak Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan menggelar pameran potensi desa secara maraton di daerah-daerah, khususnya yang bayak memiliki desa tertinggal.Menteri Desa, PDT, dan, Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, pameran potensi desa adalah ikhtiar penting yang dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara desa dan kota."Pameran potensi desa akan membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota. Banyak potensi desa yang selama ini terpendam, kini bisa diangkat sehingga daya jangkau pasarnya akan luas," kata Marwan, di Maros, Makassar, Sabtu (12/9).Pameran potensi desa tahun 2015, kata Marwan, sudah terlaksana dengan baik. Dimulai dari Bondowoso, kemudian Banyuasin, dan sekarang digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada 9-11 September.Marwan menuturkan, sejarah mencatat bawa Kabupaten Maros pada mulanya adalah sebuah wilayah kerajaan yang dipengaruhi oleh dua kerajaan besar di Sulawesi Selatan, yakni Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa, yang mana pada waktu itu, Maros memiliki nilai strategis yang sangat potensial.Kini, Kabupaten Maros juga menjadi gerbang utama menuju Wilayah Sulawesi Selatan, peranannya sangat besar terhadap pembangunan regional dan Internasional. Di Kabupaten ini terletak Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin tepatnya di Kecamatan Mandai yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kota Makassar.Bukan hanya itu, dalam berbagai bidang Maros juga memiliki potensi yang luar biasa. Dalam bidang pertanian dan perikanan misalnya, Maros memiliki lembaga penelitian untuk menghasilkan inovasi teknologi pertanian sekaligus mendiseminasikan upaya peningkatan produksi pertanian sesuai dengan potensi yang dimiliki Provinsi Sulawesi Selatan."Ada juga Pusat Penelitian Kelautan dan Perikanan, yakni kawasan riset tentang potensi kelautan dan perikanan. Wilayah Kabupaten Maros sebagai daerah pesisir memberikan kontribusi besar di sektor perikanan di Sulawesi Selatan, terutama dalam memenuhi kebutuhan wilayah Kota Makassar sebagai ibukota," tandasnya.Kabupaten Maros juga memiliki destinasi favorit wisatawan seperti Bantimurung, Tempat Pra Sejarah (TPS) Leang-Leang, obyek wisata inilah yang menjadi pengisi pundi-pundi pendapatan daerah.Dari latar belakang sejarah dan kekayaan potensi itulah, tidak salah bila kami memilih Kabupaten Maros sebagai lokasi Pameran Potensi Desa yang diikuti oleh kabupaten lain, mitra kementerian, dan UKM."Kami berharap kegiatan ini akan menjadi wadah interaksi dan saling bertukar informasi untuk kemajuan daerah para peserta pameran," pungkas Marwan.

Rekomendasi