Menteri Agama tegaskan teror bom bunuh diri bukan ajaran Islam
Merdeka.com - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut dengan adanya aksi bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi di Madinah serta Masjid Qatif. Insiden beruntun ini membuat Arab Saudi diguncang tiga kali ledakan dalam sehari pada Senin (4/7) lalu.
Dia menilai aksi teror ini tidak dapat mengatasnamakan salah satu ajaran tertentu. Bahkan mereka tidak bisa mengatasnamakan Islam, apalagi mengaku sebagai pejuang ajaran Nabi Muhammad SAW.
"Karena bertolak belakang dengan esensi ajaran Islam itu sendiri. Jadi itu adalah perilaku yang amat sangat keji, tidak terpuji, dan semua kita harus memerangi tindakan yang tidak pada tempatnya," katanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/7).
Lukman mengharapkan, pemerintah Saudi Arabia sesegera mungkin mengungkap dan menyingkap pelakunya dan motif di balik peristiwa itu. Mengingat sebentar lagi umat muslim akan melakukan ibadah haji.
"Mudah-mudahan dengan peristiwa ini hikmahnya adalah semua kita khususnya pemerintah Arab Saudi semakin meningkatkan kewaspadaannya, sehingga saatnya nanti tidak ada kejadian yang tidak kita kehendaki," ujarnya.
Serupa dengan aksi teror bom bunuh diri di Mapolres Surakarta, Jawa Tengah. Lukman menyakini aksi tersebut juga tidak layak mengatasnamakan Islam.
"Ajaran Islam sama sekali tidak mengajarkan, sama sekali tidak mentolerir tindakan seperti itu sehingga siapapun yang melakukan itu, apalagi mengatasnamakan agama, mengatasnamakan Islam, itu sama sekali harus ditolak," tegasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya