Mensos soal prostitusi online: Banyak karena lifestyle

Khofifah menilai, Deudeuh memilih menjadi pekerja seks komersial bukan lantaran motif ekonomi.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Mensos soal prostitusi online: Banyak karena lifestyle
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. ©2015 Merdeka.com/Humas Kemensos RI

Pembunuhan yang dialami Deudeuh Alfisahrin alias Tataa Chubby di tangan pelanggannya sendiri membuktikan maraknya bisnis prostitusi di dunia maya. Menanggapi hal itu, Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa mengatakan‎ prostitusi yang mulai merambah lewat internet bukan semata untuk memenuhi kebutuhan hidup pelaku, melainkan gaya hidup di Indonesia yang mulai berubah."Saya melihat prostitusi online banyak terjadi karena lifestyle (gaya hidup)," kata Khofifah usai mengikuti peringatan Hari Kartini di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/4).Khofifah menilai, Deudeuh memilih menjadi pekerja seks komersial bukan lantaran motif ekonomi. Sebab bila dicermati, lanjut dia, Tata merupakan sosok wanita yang hidup berkecukupan."Dia bukan termasuk yang tidak mampu, dia hidup cukup lux (mewah)," terangnya.Khofifah pun menegaskan pentingnya mengidentifikasi diri sendiri agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif semisal prostitusi."Identifikasi diri menjadi penting. Restorasi sosial menjadi penting, butir 9 Nawacita, dikawinkan dengan butir 8, restorasi harus dilakukan dengan proses diseminasi," pungkasnya.

Rekomendasi