Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan banyak sekali negara-negara yang menghubungi dirinya menyatakan ingin bergabung dalam pencarian pesawat AirAsia yang hilang pada Minggu (28/12)."Kita dihubungi banyak pihak, antara lain UK (Inggris), terus kemarin pukul tiga sore saya juga melakukan komunikasi dengan menteri luar negeri Prancis, terus dari Amerika juga saya berkomunikasi, menteri luar negeri India kemarin juga memberi surat kepada kita, New Zealand juga mengontak kita," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta.Namun, kata Retno, bantuan dari pihak luar tidak bisa begitu saja diterima pemerintah Indonesia. Retno mengatakan penawaran bantuan itu akan diterima berdasarkan kebutuhan pencarian.Untuk mengetahui apa saja bantuan yang dibutuhkan dalam pencarian, Retno langsung berkoordinasi dengan Basarnas. Retno menyebutkan proses yang demikian disebut diplomatic clearance."Clearance itu disebutkan setelah ada tawaran dan kita komunikasikan kepada Basarnas dan kita memerlukan peralatan tersebut, baru kemudian clearance ini diberikan," ujarnya.Namun, Retno menjelaskan proses clearance itu dipercepat. Lantaran ini menyangkut musibah hilangnya pesawat AirAsia. "Proses clearance yang dilakukan oleh Kementerian Luar negeri yang dalam hal ini adalah diplomasi clearance dilakukan dengan sangat cepat," ujar Retno.Seperti proses clearance yang biasanya 30 menit ini diselesaikan dalam waktu 10 menit. "Jadi diplomatic clearance yang dilakukan kemenlu pada data kami di hari pertama rata-rata diberikan kurang dari 30 menit," ujarnya.
Menlu selektif terima tawaran asing cari AirAsia QZ8501
Penawaran bantuan itu akan diterima berdasarkan kebutuhan pencarian.
Rekomendasi