Menko Luhut ngaku sempat telepon Danrem sebelum helikopter jatuh

Luhut juga menanyakan persiapan para pasukan dalam operasi tersebut.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Menko Luhut ngaku sempat telepon Danrem sebelum helikopter jatuh
Luhut Binsar Panjaitan. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat menghubungi Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Brigjen (anumerta) TNI Syaiful Anwar sebelum berangkat menggunakan helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 ED HA 5171 yang jatuh di Perkebunan Kasiguncu, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah‎. Luhut menanyakan kondisi prajurit Satgas Tinombala yang berada di Poso kepada Syaiful Anwar."Saya masih bicara sama si Syaiful beberapa waktu sebelum dia pergi, telepon dari tempat dia mau take off (tinggal landas)," ujar Luhut di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/3).‎Luhut juga menanyakan persiapan para pasukan dalam operasi tersebut. Sebab, Syaiful sebagai Wakil Komandan Satgas Operasi Tinombala. "Ya ngomong bagaimana pergerakan pasukan, dan lain-lain," kata Luhut.Lanjut dia, saat percakapan lewat telepon itu, Syaiful minta di-loudspeaker agar prajurit yang lain dapat mendengar dan berkomunikasi dengan mantan Komandan Satgultor 81 Kopassus."Terus dia minta izin dia buka speaker supaya saya bicara ke prajurit-prajurit yang ikut," ucap Luhut‎ dengan menangis.Luhut mengaku ucapkan bela sungkawa terhadap para keluarga korban yang ditinggalkan para almarhum. Ia berharap keluarga para almarhum diberikan ketabahan dan kesabaran.Untuk diketahui, helikopter milik TNI AD mengalami kecelakaan pada Minggu (20/3) kemarin.‎ Helikopter jenis Bell 412 ED HA 5171 itu jatuh di perkebunan Kasiguncu, Poso

Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ‎menewaskan 13 orang penumpang.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan 13 penumpang helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah, untuk operasi perbantuan Tinombala. Penyebab jatuhnya heli TNI AD tersebut karena faktor cuaca."Musibah yaitu jatuhnya Helikopter milik TNI AD sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kab Poso Sulawesi Tengah," kata Mayjen Tatang Sulaiman saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Minggu (20/3).Berikut nama penumpang jatuhnya heli di Poso, Sulawesi Tengah:1. Kolonel (Brigjen) Inf Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl)

2. Kolonel (Brigjen) Inf Heri

3. Kolonel (Brigjen) Inf Ontang R. P.

4. Letkol (Kolonel) Cpm Tedy

5. Mayor (Letkol) Inf Faqih

6. Kapten (Mayor) Dr.Yanto

7. Prada (Pratu) Kiki

8. Kapten (Mayor) Cpn Agung

9. Lettu (Kapten) Cpn Wiradi

10. Lettda (Lettu) Cpn Tito

11. Serda (Sertu) Karmin

12. Sertu (Serka) Bagus

13. Pratu (Praka) Bangkit

Rekomendasi