Menkes Sebut Keterpakaian RS di Sejumlah Daerah Kembali Meningkat

"Kenaikan (keterpakaian rumah sakit rujukan Covid-19) ini juga kita lihat di rumah sakit-rumah sakit pemerintah," kata Menkes.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Menkes Sebut Keterpakaian RS di Sejumlah Daerah Kembali Meningkat
Pasien Covid-19 jalani perawatan intensif di RS Bogor. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di sejumlah daerah kembali meningkat. Padahal, keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 sempat menurun sejak Februari hingga Maret lalu.

"Kenaikan (keterpakaian rumah sakit rujukan Covid-19) ini juga kita lihat di rumah sakit-rumah sakit pemerintah," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Perekonomian RI, Jumat (23/4).

Budi menyebut, saat ini ada tiga provinsi yang melaporkan terjadi peningkatan keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19. Pertama, Sumatera Utara mengalami kenaikan keterpakaian tempat tidur rumah sakit usai perayaan Paskah pada April lalu.

"Sejak April terutama sesudah liburan Paskah ada kenaikan sedikit, BORnya juga masih di bawah," jelasnya.

Kedua, DKI Jakarta. Menurut Budi, keterpakaian tempat tidur beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Namun, Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit tersebut masih di bawah standar aman.

"BORnya memang masih di bawah. Jadi kita belum kekurangan tempat tidur rumah sakit, tapi ada baiknya kita waspada," ujarnya.

Ketiga, Jawa Barat. Budi menjelaskan, jumlah pasien Covid-19 di Jawa Barat terus bertambah mengakibatkan keterpakaian tempat tidur rumah sakit meningkat.

Budi menegaskan, penyampaikan informasi terjadinya peningkatan keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 bukan untuk menakuti masyarakat. Hal ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat.

"Bukan untuk membuat khawatir tapi untuk membuat sesuai arahan Presiden ingat dan waspada supaya jangan sampai kendor protokol kesehatannya untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 seperti di India," tutupnya.

Rekomendasi