Menengok Kemegahan Stadion Manahan Solo Usai Direnovasi

Renovasi Stadion Manahan, Solo telah mencapai progres 83 persen.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Menengok Kemegahan Stadion Manahan Solo Usai Direnovasi
Stadion Manahan Solo. ©Instagram @manahan.solo

Renovasi Stadion Manahan, Solo telah mencapai progres 83 persen. Proses renovasi yang memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp301 miliar dimulai sejak Agustus 2018.

Kemegahan mulai nampak pada stadion yang diresmikan era pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1998 tersebut.

Atap melingkar seluruh tribun, kursi single seat, dua papan skor LED (light emitting diodes), lampu FOP (field of play) berkekuatan 1.500 lux dan fasilitas lainnya hampir selesai dipasang. Pengerjaan utama saat ini adalah pembuatan lintasan atletik, pemasangan rangka luar dengan ornamen batik kawung khas Kota Solo.

Markas klub legendaris Persis Solo yang disebut-sebut sebagai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mini ini juga dilengkapi fasilitas yang cukup mentereng. Sentuhan kemewahan juga ada di ruang ganti pemain dengan keberadaan kolam air hangat atau jacuzzi untuk masing-masing tim. Kemudian ruang mandi, toilet dan musala. Fasilitas musala dan toilet juga dipasang di setiap tribun penonton.

Keunggulan lain yang dimiliki Stadion Manahan adalah ruangan VVIP di tribun utama. Kualitas rumput istimewa sama seperti yang digunakan SUGBK jenis Zoysia Matrella yang memiliki keunggulan lebih hijau dan berakar kuat.

"Progres renovasi dan pengembangan Stadion Manahan telah mencapai 83 persen pada tanggal 21 Juli kemarin. Target kita proyek ini selesai akhir September ini," ujar Pimpinan Proyek Stadion Manahan, Soni Ariawan, Rabu (24/7).

Menurut dia, selama proses renovasi hampir tidak ditemukan kendala berarti, baik dari lingkungan maupun lainnya. Pengadaan sejumlah material sempat sedikit menghambat karena harus diimport. Namun hal tersebut bisa teratasi.

"Yang agak lama pemasangan atap ini, karena ada ketergantungan dengan pekerjaan lainnya.

Dengan sekitar 500 tenaga kerja yang ada, diharapkan stadion termegah di Jawa Tengah tersebut akan selesai sesuai target. Saat ini proyek stadion masih menyiapkan pemasangan atap dan lampu FOP bagian barat serta pembuatan lintasan atletik.

Rekomendasi