Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku prihatin dengan adanya kabar dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Alquran. Untuk itu, Suryadharma telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan tersebut."Saya selaku menteri tidak tahu adanya dugaan itu. Makanya, kami bentuk tim investigasi, barangkali ada info yang tercecer," ujar Suryadharma usai pelantikan pejabat eselon I dan II di Gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).Suryadharma melanjutkan, tim investigasi ini dibentuk dengan anggota yang berasal dari pejabat internal Kemenag. Kata dia, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag Suparta ditunjuk sebagai ketua tim. "Unsurnya dari internal Kemenag, diketuai oleh Irjen. Saya tugaskan Irjen mengerjakan," kata Suryadharma.Selanjutnya, kata Suryadharma, alasan penunjukan Irjen sebagai ketua tim investigasi karena Irjen tidak menemukan catatan adanya program pengadaan Alquran. "Menurut Irjen, pencatatan mengenai Alquran itu tidak ada. Tiba kami diinfokan ada korupsi di dalam pengadaan Al Quran. Ini mengagetkan kita semua," ucapnya.Lebih lanjut, Suryadharma mengatakan, tim ini akan bekerja selama satu minggu untuk melakukan investigasi. Terkait hasil, Suryadharma masih memikirkan apakah akan dilaporkan kepada KPK atau tidak. "Kami sedang pikirkan apakah akan dilaporkan ke KPK atau tidak. Kami juga pikirkan apakah perlu dilaporkan ke publik. Yang penting minimum untuk pegangan internal kalau KPK tanya, ini lho datanya," tandasnya.
Menag bentuk tim investigasi korupsi Alquran
Suryadharma mengatakan, tim akan bekerja selama satu minggu untuk melakukan investigasi dugaan korupsi Alquran.
Rekomendasi