Mega proyek reklamasi teluk Jakarta menuai polemik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus praktik suap dalam pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan Raperda Tata Ruang Strategis Jakarta Utara.
Salah satu pengembang proyek tersebut, PT Agung Podomoro Land ketahuan menyuap anggota DPRD DKI Jakarta, M Sanusi.Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memutuskan tetap melanjutkan proyek pulau reklamasi G di teluk Jakarta. Ahok mengatakan reklamasi sudah ada di Keppres tahun 1995. Berikut liputan tim video merdeka.com:


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377154/original/032616600_1792407138-243237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373849/original/019671800_1791990193-131602.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377152/original/012707900_1792407094-IMG_9896.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377144/original/028388400_1792406634-Kapolri_Jenderal_Suyudi_Ario_Seto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364166/original/001813400_1759043139-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8069661/original/073738100_1780914672-4.jpg)