Pengurus Yayasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bersama tim ahli Falak (astronomi) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Kota Semarang, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng telah melakukan persiapan kegiatan pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT). Nantinya, akan disediakan tiga teleskop dan ribuan kacamata khusus untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total.
"Ketiga teleskop itu adalah teleskop Altazimut I Ptron, Teleskop Equatorial Xorion dan Teleskop Altazimut Vixen. Untuk kacamatanya ada sebanyak kurang lebih 5 ribu kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari total," ujar Wakil Ketua MAJT Agus Fathuddin Yusuf, Selasa (8/3).
Untuk itu, Agus meminta bagi masyarakat yang menginginkan kacamata tersebut bisa menghubungi Sekretariat MAJT di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Seluruh kegiatan pengamatan GMT akan dipusatkan di Halaman Plaza MAJT atau di bawah payung elektrik. Shalat Kusufus Syamsi atau shalat gerhana matahari juga kami selenggarakan di pelataran masjid, tidak di dalam," terangnya.
Seluruh kegiatan, lanjut Agus, akan dimulai pukul 06.30 WIB. Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko bersama para pejabat Muspida, juga Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan bergabung dengan umat Islam menunaikan shalat sunah tersebut.
Bahkan ratusan ulama se-Jateng yang tengah mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jawa Tengah, juga mengikuti shalat serta pengamatan gerhana di MAJT.
"Kami sudah mendapat kepastian dari Ketua Umum MUI Jateng Kiai Ahmad Darodji bahwa para kiai dan alim ulama akan ikut shalat dan mengamati gerhana di Masjid Agung," ungkapnya.
Selain itu akan juga terlibat selain para pengurus MAJT juga dihadiri beberapa mahasiswa dari program studi (prodi) Ilmu Falak UIN Kota Semarang dan Dekan Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang Dr H Akhmad Arif Junaidi Mag, dan Dr H Ahmad Izzudin Mag.