Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama blusukan di kawasan Jalan Agung Raya I, Gang Pepaya, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tujuan awalnya, ia hendak meninjau kawasan tersebut karena masih mengalami banjir hingga saat ini.Namun, saat baru memasuki jalan tersebut, Basuki atau akrab disapa dengan Ahok ini bertemu dengan seorang pedagang sayur, Narti (43). Warga RT 12 RW 03 Lenteng Agung tersebut mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok kepada Gubernur DKI Jakarta non-aktif."Cabe Jawa sekarang Rp 120.000 sekilo di Pasar Minggu. Kadang-kadang hari-hari suka berubah. Sekarang ini cabe merah biasa ini Rp 35-40 ribu perkilo tergantung penjual disana, standarnya Rp 30.000 tapi sempet Rp 100.000 lebih," katanya di Jalan Agung Raya I, Gang Pepaya, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/1).Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, nantinya Pemprov DKI Jakarta akan membangun pasar induk untuk kulakan di Pulogebang dan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sehingga nantinya kestabilan harga bahan pokok dapat terkendali."Harus jadi anggota, biar lebih murah tapi harus buka rekening di Bank DKI. Kita enggak mau kontan," ujarnya.Ahok menambahkan, dengan memiliki rekening tersebut maka pemerintah dapat melakukan pengecekan arus perputaran ekonomi mereka. Sehingga dapat diketahui mana yang berhak mendapatkan bantuan kredit usaha."Ibu tanam sayur juga bisa nanti bagi hasil juga 20-80, 20 pemerintah 80 ibu. Sekarang paling penting kan cabe sama bawang, kalau gak ada gak masak. Kalau sekarang daging dah oke ini, tinggal cabe bawang," tutupnya.
Maksud tinjau banjir, Ahok malah dicurhati harga pangan makin mahal
Maksud tinjau banjir, Ahok malah dicurhati harga pangan makin mahal. Nantinya Pemprov DKI Jakarta akan membangun pasar induk untuk kulakan di Pulogebang dan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sehingga nantinya kestabilan harga bahan pokok dapat terkendali.
Rekomendasi