Mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya telah melaporkan kasus ini kepada Ketua Program Studi (Prodi). Kasus ini pun dalam pengawalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri.
"Kami sudah menerima laporan tersebut. Saat ini BEM KM Unsri lewat laman Twitter sudah berkomunikasi dengan korban," ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unsri Syarifah Indar Demi, Selasa (28/9).
Dari komunikasi dengan korban, kasus ini telah dilaporkan ke Ketua Prodi untuk ditindaklanjuti. BEM sendiri mencoba menelusuri identitas korban dan bersedia menceritakan kejadian itu langsung dengan jaminan identitas tetap dirahasiakan.
"Korban sudah melaporkan ke Ketua Prodinya," ujarnya.
Syarifah menyebut BEM Unsri akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Korban juga akan diberikan pemulihan traumatik hingga psikologisnya stabil.
"Kami mencoba mengusut tuntas kasus ini sampai mendapatkan kejelasan agar tidak terulang kembali hal serupa," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Unsri Palembang mengaku menjadi korban pelecehan dosen pembimbing skripsi. Ceritanya viral setelah diunggah di media sosial.
Dalam akun Twitter @unsrifess dan Instagram @palembang.eksis, Senin (27/9), mahasiswi itu menceritakan pengalaman pahitnya secara rinci. Kejadiannya saat dirinya menemui dosen pembimbing untuk meminta tanda tangan seusai mengikuti sidang skripsi, Sabtu (25/9).