Mabes: Empat anggota Brimob bukan ajudan tapi penjaga rumah Nurhadi

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengaku tidak tahu sejak kapan anggota Brimob menjaga rumah Nurhadi.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Mabes: Empat anggota Brimob bukan ajudan tapi penjaga rumah Nurhadi
Nurhadi sekretaris MA. ©mahkamahagung.go.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta empat anggota Brimob memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus suap yang menyeret nama Sekretaris MA Nurhadi. Empat anggota Brimob tersebut ternyata ajudan Nurhadi dan disinyalir mengetahui kasus suap yang melibatkan bosnya.

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menolak jika keempat anggota Brimob itu disebut sebagai ajudan Nurhadi. Dia menyebut keempatnya ditugaskan sebagai pengawal rumah Nurhadi.

"Bukan ajudan, pengawal untuk jaga rumah," ujar Boy saat dihubungi wartawan, Selasa (14/6).

Boy mengaku tidak tahu sejak kapan empat anggota Brimob itu menjadi ajudan Nurhadi. "Persis tanggal kita belum tahu tapi kalau kaitan pengawalan semua didasarkan permintaan perbantuan," kata Boy

Boy juga mengaku tidak tahu persis alasan Nurhadi meminta pengawalan keempat Brimob. Namun, dari informasi yang diterima, Nurhadi yang meminta bantuan pengawalan ke pihak kepolisian.

"Yang saya bisa jelaskan secara umum, umumnya mereka memang butuh perbantuan dan mengajukan ke kepolisian. Dan ini juga terjadi di lingkungan pejabat lainnya atau masyarakat yang butuh pengawalan kepolisian," ungkapnya.

"Termasuk pengamanan perusahaan swasta, perusahaan milik negara yang diajukan ke kepolisian. Diminta bantuan pengawalan dan pengamanan," tambah dia.

Untuk diketahui, empat anggota Brimob mangkir dari pemeriksaan yang diagendakan KPK terkait kasus suap peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Keempat anggota Brimob yang disebut-sebut sebagai ajudan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi itu diduga kuat mengetahui rentetan kasus suap tersebut.

Namun, setelah beberapa kali mangkir dari pemeriksaan KPK, baru diketahui kalau keempatnya ternyata tengah menjalankan tugas sebagai anggota tim satgas Tinombala untuk memburu Santoso cs. Sehingga, sampai sejauh ini KPK belum bisa mengorek informasi lebih karena keempatnya belum juga hadir di pemeriksaan yang diagendakan.

Rekomendasi