Luncurkan aplikasi parkir online, Sandiaga ingin ubah perilaku masyarakat

Semula, nama aplikasi itu adalah Bung Japar (Jasa Parkir), namun akhirnya diubah menjadi LAPAKO atau layanan parkir online. Sandi menyebut aplikasi itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Luncurkan aplikasi parkir online, Sandiaga ingin ubah perilaku masyarakat
Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan aplikasi parkir online di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Semula, nama aplikasi itu adalah Bung Japar (Jasa Parkir), namun akhirnya diubah menjadi LAPAKO atau layanan parkir online. Sandi menyebut aplikasi itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

"Pertama ingin kita ciptakan lapangan pekerjaan, kemudian ingin ubah perilaku masyarakat mulai tertib dalam perparkiran. Bagaimana kita menggabungkan teknologi dan digital," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/5).

Sandi menambahkan, dalam uji coba aplikasi online itu bisa meningkatkan pendapatan hingga 129 persen dalam satu koridor jalan. Sebab, dengan adanya aplikasi maka tingkat kepatuhan masyarakat juga akan meningkat.

"Dari uji coba naik 129 % menggunakan aplikasi digital. Kita harapkan ini jadi satu sejarah baru dari sistem perparkiran kita," imbuhnya.

Menurut Sandi dengan adanya aplikasi bukan berarti menggusur juru parkir yang ada. Justru akan meningkatkan kelas para juru parkir dari semula manual menjadi digital. Nantinya, Pemprov DKI Jakarta maupun juru parkir akan mendapatkan keuntungan.

"Tidak mengambil periuk nasi tukang parkir, yang ada juru parkir yang selama ini lapangan pekerjaan di sana, tapi justru memberikan lapangan mereka untuk meningkatkan kapasitas mereka, mendapatkan pelatihan, dan mudah-mudahan menjadi wirausaha," katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Perparkiran DKI Jakarta, Tiodor Sianturi mengatakan dengan berbagai inovasi yang dilakukan pendapatan parkir terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2016 lalu, pendapatan parkir mencapai Rp 52 miliar kemudian pada 2017 naik hingga 103 persen mencapai 107 persen.

"Dengan adanya aplikasi ini kami harapkan bisa meningkat jadi 129 persen," ujarnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi