Satu dari dua ekor lumba-lumba yang tersesat di Sungai Kualuh, Labuhanbatu Utara (Labura) Sumut tidak mampu bertahan. Satwa itu akhirnya mati mengapung di sungai.
Berdasarkan informasi dihimpun, lumba-lumba itu ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Kualuh, Desa Kuala Beringin, Kualuh Hulu, Labura, Rabu (30/1) sekitar pukul 18.00 WIB.
"Lumba-lumba itu ditemukan mengapung di sungai," kata Edi Mansur Pane, Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur, Kamis (31/1).
Penemuan bangkai mamalia itu mengundang perhatian warga. Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut juga terjun untuk mengevakuasinya.
Edi berharap, seekor lumba-lumba lainnya segera dievakuasi. "Jangan sampai mati juga," ucap Edi.
Sementara itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut belum bisa memastikan penyebab kematian lumba-lumba itu.
"Kita belum bisa menentukan penyebab kematiannya, kemarin posisi sudah malam," ucap Amenson Girsang, Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Sumut.
Dia mengatakan, bangkai lumba-lumba yang mati telah dikuburkan. "Sudah dikuburkan Labura, tidak kita bawa ke Medan tapi kita buatkan berita acaranya," sebut Amenson.
Seperti diberitakan, 2 ekor lumba-lumba muncul di Sungai Kualuh, sekitar Dusun II Ramean, Desa Kuala Beringin, Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut. Kemunculan dua mamalia itu menjadi tontonan masyarakat sekitar sejak Minggu (27/1).
Sejumlah warga mengabadikan lumba-lumba itu. Bahkan banyak yang turun ke sungai sambil memegang telepon pintar. Video dan gambar mamalia di Sungai Kualuh itu pun banyak diunggah ke media sosial.
BBKSDA Sumut menduga lumba-lumba itu tersesat. Mamalia itu diduga terbawa air pasang laut sampai akhirnya terjebak di Sungai Kualuh.