Untuk ketiga kalinya, Light Rail Transit (LRT) Palembang mogok. Kejadian kali ini terbilang paling parah karena penumpang harus keluar dari gerbong menyusuri jalur menuju stasiun.
Gerbong kereta ringan pertama di Indonesia itu mogok ketika baru melintas saja melintas dari stasiun DJKA Palembang, Minggu (12/8). Begitu tiba di dekat kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel atau hanya dalam hitungan kilometer dari pemberangkatan, LRT mendadak mogok.
Penumpang mencoba menunggu LRT kembali berjalan, namun mereka justru dibuat kepanasan karena mesin pendingin mati. Dari cerita yang diperoleh, seorang penumpang pria sempat mencoba memecahkan kaca karena tak bisa bernapas.
Alhasil, ratusan penumpang memutuskan untuk keluar gerbong dan menyusuri jalur menuju Stasiun Jakabaring Sport City (JSC) sekitar dua kilometer. Para penumpang wanita yang menggendong anaknya menangis karena takut tersenggol rel yang dialiri listrik bertegangan tinggi.
Menurut salah seorang penumpang, kejadian itu membuatnya trauma. Sebab, dirinya harus berjalan sambil membawa anak kecil di atas jalur dengan resiko kesetrum.
"Kemarin tipis sekali hidup sama mati, kami jalan di atas jalur, banyak yang nangis, panas-panasan. Saya trauma, kapok naik LRT lagi," ungkap Anida (39), warga Kemuning Palembang, Senin (13/8).
Warga mengaku ingin naik LRT karena terpikat dengan cerita para tetangga yang lebih dulu merasakannya. Apalagi, warga memiliki kebanggaan tersendiri karena Palembang menjadi yang pertama memiliki modal transportasi modern itu.
"Terserah mau bayar berapa saja asal nyaman. Mana katanya modern, bagus itu. Setahu saya sudah tiga kali mogok, saya juga kena apesnya, bukan mogok saja, tapi penumpang keluar gerbong," kata Herman (40), warga Plaju.
Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebabnya. Hanya saja, kereta sudah bisa dioperasikan setelah sempat terhenti.
"Masih diinvestigasi apa penyebabnya," ujarnya.
Dikatakannya, penumpang akan dievakuasi ketika sewaktu-waktu kereta mogok di lintasan. Penumpang dapat menyusuri jalur menuju stasiun terdekat ketika rel tak dialiri listrik.
"Listriknya sudah dimatikan. Jadi penumpang aman melewati jalur evakuasi, tidak benar kalau membahayakan para penumpang," pungkasnya.
Dalam catatan merdeka.com, LRT yang dioperasikan sejak bulan lalu itu telah tiga kali mengalami macet saat melintas. Kejadian pertama pada 1 Agustus 2018 di arah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat diguyur hujan lebat.
Penumpang harus menunggu sekitar satu jam kemudian sebelum kereta kembali berjalan. PT INKA selaku pembuat kereta itu menyebut penyebabnya karena sensor pintu dalam posisi on sehingga membuat kereta tak bergerak.
Pada 10 Agustus 2018, kereta ringan itu kembali macet. PT KAI memastikan penyebabnya karena adanya gangguan sinyal sehingga kereta tak bisa melaju. Dan terbaru, LRT yang diproyeksikan sebagai transportasi Asian Games itu kembali mogok pada Minggu kemarin yang membuat ratusan penumpang harus dievakuasi keluar gerbong.