Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lihat gerhana matahari, warga Solo gunakan film bekas rontgen

Lihat gerhana matahari, warga Solo gunakan film bekas rontgen Warga Sukoharjo saksikan gerhana dengan film bekas rontgen. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Banyak cara untuk bisa menyambut dan menyaksikan peristiwa langka gerhana matahari total. Meski hanya 88,5 persen, namun antusias warga Solo dan sekitarnya sangat tinggi. Di Kecamatan Kartasura misalnya, warga memanfaatkan bekas film rontgen untuk menikmati fenomena alam yang baru akan terjadi ratusan tahun lagi.

"Saya mau beli kacamata tidak punya uang, harganya mahal. Kemarin diberi tahu tetangga, katanya pakai film bekas rontgen bisa. Kebetulan saya dulu pernah dirontgen, saya pernah kecelakaan dan dirontgen karena tulang bahu saya patah, dan masih saya simpan. Jadi ini saya pakai untuk lihat gerhana," ujar seorang pengayuh becak di Pasar Kartasura, Martoyo (56).

Martoyo mengaku, dulu saat terjadi GMT tahun 1983, dirinya tak sempat menyaksikan langsung. Dia bersama warga melakukan salat gerhana di masjid kampung. Dia mengaku bahagia, hari ini bisa menyaksikan langsung gerhana bersama kedua anaknya meski dengan alat sederhana.

Tak hanya Martoyo dan anaknya, sejumlah warga dan beberapa pengayuh becak lainnya juga memanfaatkan film bekas rontgen yang digunakannya.

"Senang bisa liat gerhana matahari. Bulannya tinggal separuh tadi pas saya lihat. Sebenarnya mau beli kacamata biar bisa lama lihatnya, tapi nggak tahu belinya dimana. Pakai kertas film rontgen ini malah bisa rame-rame, seru pokoknya," kata Rudyanto, warga Pasar Kliwon, yang menyaksikan bersama warga lainnya di Bundaran Gladag Solo.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP