Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi penerbangan, khususnya Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo. Saat libur dua hari besar itu jumlah penumpang diperkirakan meningkat hingga 100 persen.
Peningkatan jumlah penumpang di akhir tahun juga disebabkan membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Bahkan pemerintah yang akan menerapkan PPKM level 3, dibatalkan.
"Periode akhir tahun ini saat masa Satgas Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 selama 19 hari. Prediksi kita penumpang naik 100 persen," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, Jumat (24/12).
Yani mencatat pada periode yang sama tahun lalu jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui Adi Soemarmo sekitar 21.000 penumpang. Tahun diperkirakan sekitar 42.000 penumpang yang melakukan perjalanan melalui bandara ini.
"Jadi ada peningkatan hampir 100 persen," katanya.
Meski demikian, dikatakannya, untuk prediksi puncak arus mudik yang awalnya H-1 Natal justru tidak terjadi. Puncak arus mudik justru terjadi pada akhir pekan lalu di mana jumlah penumpang per harinya di kisaran 2.500 orang.
"Kalau sekarang justru perlahan turun, kemarin ada 1.800 penumpang dan hari ini diperkirakan 1.600 penumpang," jelas dia.
Menurut Yani, sebagian besar penumpang yang diperkirakan memilih waktu cuti lebih awal sebelum libur Natal. Secara umum, dikatakannya, kondisi penerbangan melalui Bandara Adi Soemarmo sudah lebih baik sejak awal bulan November 2021.
"Sebelumnya jumlah penumpang di bawah 2.000 orang/hari, sejak awal bulan November naik menjadi 2.100-2.200 penumpang/hari," katanya.
Dari sisi maskapai, lanjut dia, penerbangan yang melayani rute melalui Bandara Adi Soemarmo saat ini sebanyak 20 penerbangan berangkat dan datang. Maskapai tersebut di antaranya Lion Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Nam Air, Batik Air, dan Citilink.
"Kebanyakan perjalanan rute Solo-Jakarta-Solo, beberapa rute lain yakni rute Pontianak yang dilayani oleh Nam Air dan Wings Air rute Bali," pungkas dia.