KPK sebut pembukaan kantor cabang di daerah rawan masuk angin

KPK akan lebih memperbanyak tim dari pusat untuk turun ke daerah. Tim tersebut bisa tim dengan misi pencegahan, penyidikan hingga pendidikan anti korupsi. "Sementara kita perbanyak orang turun ke daerah untuk pencegahan dan pendidikannya. Kita turun terus ke daerah dari Aceh sampai Papua," ujarnya

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KPK sebut pembukaan kantor cabang di daerah rawan masuk angin
Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Wacana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka kantor cabang di daerah kembali mencuat beberapa waktu yang lalu. Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menganggap pembukaan kantor cabang KPK di daerah dirasa belum perlu dan rentan masuk angin.Saut menambahkan bahwa isu membuka cabang di daerah sempat muncul di era Abraham Samad. Kemudian muncul kembali di tahun ini."Ada saran KPK di daerah itu jangan dulu, karena takut masuk angin," ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang usai acara penganugerahan FIK 2016 di Auditorium Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Rabu (23/11).Saut menjelaskan bahwa 'masuk angin' memiliki definisi kinerjanya tidak akan sebagus di pusat. Sebab kantor cabang dikhawatirkan akan terpengaruh dengan situasi di daerah. Sementara integritas di daerah masih labil."Daerah itu karakter integritasnya belum stabil, diperkirakan kinerjanya di sana tidak akan muncul," tegas Saut. Saut menjelaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan di daerah, KPK akan lebih memperbanyak tim dari pusat untuk turun ke daerah. Tim tersebut bisa tim dengan misi pencegahan, penyidikan hingga pendidikan anti korupsi."Sementara kita perbanyak orang turun ke daerah untuk pencegahan dan pendidikannya. Kita turun terus ke daerah dari Aceh sampai Papua," pungkasnya.

Rekomendasi