Budi Sitorus (38) menjadi korban luka dari tragedi Mitsubishi Outlander maut di kawasan arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, semalam. Dia menyebut apa yang dilakukan Christoper, si pengemudi ugal-ugalan, sungguh biadab. "Karena kelakuan si pelaku biadab menyerupai G30S (Gerakan 30 September)," kata Sitorus kepada merdeka.com sambil merintih di Rumah Sakit Pusat Pertamina (SPPP), Jakarta, Rabu (21/1).Sitorus menilai, Christoper tidak memikirkan sama sekali bagaimana kondisi orang-orang di sekitarnya. Padahal, lanjut dia, pelaku sudah melihat kalau banyak kendaraan ketika itu."Orang sudah di depan matanya dibunuh, enggak punya hati manusia seperti itu," terangnya.Dia mengimbau kepada penegak hukum agar tegas menangani kasus ini. Pasalnya, insiden tabrak maut sudah beberapa kali terjadi di tanah air."Pemerintah harus menindak tegas, hukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya. Sehingga di Indonesia tidak terjadi lagi seperti ini," tegas Sitorus."Pemerintah mau bertindak kerasa terhadap pelaku tanpa kompromi. Hukum ya hukum," jelasnya.
Korban Outlander maut: Orang sudah di depan mata dibunuh
"Enggak punya hati manusia seperti itu," kata Budi Sitorus.
Rekomendasi