Komunitas Persaudaraan NTT di Jakarta menemui Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Gedung Humas Polri. Tujuannya, memberikan pernyataan sikap terkait aksi brutal Irwansyah (32) yang menikam tujuh bocah SD di Seba, Kabupaten Sabu Raijua.Koordinator Komunitas Persaudaraan NTT, Petrus Selestinus mengatakan pihaknya mengutuk tindakan tersebut. Mereka meminta Polri mengusut kasus itu sampai tuntas."Menyatakan peristiwa itu bukanlah peristiwa kriminal biasa, melaikan sebagai signal kuat adanya gerakan radikal yang mengancam kerukunan, toleransi dan keberagaman masyarakat NTT," kata dia dalam pertemuan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Jumat (16/12).Kemudian, mereka juga mendesak Gubernur dan seluruh Muspida di NTT segera memulihkan kenyemanan dan rasa damai warga NTT. Khususnya, memberi jaminan persaudaraan, toleransi, dan keberagaman yang ada di NTT.Terakhir, mereka meminta lembaga penegak hukum melakukan pemekaran semisal Polres, Kejaksaan, Kodim dan Pengadilan Negeri pada setiap Kabupaten di NTT. Sebab, selama 10 tahun NTT belum memiliki institusi hukum dan keamanan guna memberikan pelayanan keadilan secara memadai.Menanggapi hal itu, di hadapan komunitas persaudaraan NTT Boy menyesalkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga setempat. Kendati begitu, Boy berharap semua informasi yang diterima Polri benar dan bisa memberikan titik terang dari pengusutan aksi penganiayaan tersebut.Boy juga mengimbau agar warga NTT tidak terprovokasi dengab isu yang tidak bisa dipertangjawabkan. Masyarakat diminta berdialog dengan para tokoh jika ada hal-hal yang dicurigai."Jangan sampai ada benih radikal dan terorisme. Waspadai, terutama para tokoh bisa bersatu bahas apa masalah yang ada, identifikasi cermat kalau ada gejala enggak beres, langkah penyelesaian dengan pemuka agama, pemda, untuk melakukan langkah antisipatif," pungkas Boy.
Komunitas NTT desak Mabes Polri usut tuntas penikaman 7 siswa SD
Komunitas NTT desak Mabes Polri usut tuntas penikaman 7 siswa SD. Koordinator Komunitas Persaudaraan NTT, Petrus Selestinus mengatakan pihaknya mengutuk tindakan tersebut. Mereka meminta Polri mengusut kasus itu sampai tuntas.
Rekomendasi