Klaster Perumahan di Bogor, 16 Warga Griya Melati Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Satgas Covid-19 Kota Bogor mengonfirmasi 16 dari 90 warga Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, yang terpapar virus corona telah sembuh. Sebanyak 15 orang di antaranya dipulangkan ke kediaman masing-masing, Minggu (30/5).

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Klaster Perumahan di Bogor, 16 Warga Griya Melati Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
Warga perumahan Griya Melati Bogor menjalani tes swab antigen. ©ANTARA/HO/Pemkot Bogor

Satgas Covid-19 Kota Bogor mengonfirmasi 16 dari 90 warga Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, yang terpapar virus corona, telah sembuh. Sebanyak 15 orang di antaranya dipulangkan ke kediaman masing-masing, Minggu (30/5).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menyebutkan, ke-16 pasien yang sudah dinyatakan sembuh itu terdiri dari 15 pasien yang dikarantina di Pusat Isolasi BPKP Ciawi dan satu pasien di rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi (KBP) Bogor.

Meski sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing, mereka tetap harus menjalani isolasi mandiri selama lima hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Rencana kepulangan pasien 15 orang dari BPKP Ciawi menggunakan bus Dishub, sekarang sedang persiapan, perkiraan bus sampai jam 17.00 WIB. Tapi ada 1 orang yang tidak bisa ikut pulang, karena mendampingi suaminya. Hari ini juga ada 1 pasien sudah boleh pulang selesai isolasi di RS KBP. Selanjutnya mereka tetap melanjutkan karantina di rumah selama 5 hari," ujar Retno, Minggu (30/5).

Pasien yang dipulangkan akan dilengkapi surat keterangan sembuh. Mereka diterima Satgas Covid-19 Kota Bogor, kemudian diberikan arahan untuk karantina di rumah selama 5 hari dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Selama 5 hari tersebut akan dilakukan pemantauan kesehatan oleh surveilans dan tim puskesmas," jelas Retno.

Sementara itu, mengenai temuan satu kasus baru di Griya Melati, kata Retno, pasien swab mandiri 25 Mei lalu di Rumah Sakit Pasutri, kemudian sampel dikirim ke laboratorium DNA Favorit yang hasilnya positif Covid-19.

"Awalnya pasien tersebut tidak melapor ke Satgas Covid-19 RW atau puskesmas. Tadi siang pasien sudah dihubungi dan di-tracing," katanya.

Rekomendasi