Kisah jenderal polisi jujur sampai meninggal tak punya rumah

Reporter : Ramadhian Fadillah | Senin, 10 September 2012 12:11




Kisah jenderal polisi jujur sampai meninggal tak punya rumah
dato kaharudin. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Brigadir Jenderal Kaharoeddin menjabat sebagai Komandan Polisi Sumatera Tengah era 1950-an. Lalu dia diangkat menjadi gubernur pertama Sumatera Barat tanggal 17 Mei 1958. Dia menjabat sebagai gubernur hingga 7 Agustus 1965. Tujuh tahun menjabat, kekayaan Kaharoeddin sama sekali tak bertambah.

"Datang dengan satu tas, pulang juga dengan satu tas," kata Kaharoeddin seperti dikutip dalam buku Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa, Gubernur di Tengah Pergolakan, terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 1998.

Maksud Kaharoeddin jelas, jabatan bukan untuk memperkaya diri. Maka Kaharoeddin pun mengembalikan seluruh fasilitasnya. Termasuk perabotan rumah dinasnya. Termasuk mobil dinas berplat BA 1. Kaharoeddin memang tegas memisahkan urusan dinas dan urusan pribadi. Hampir tak pernah dia menggunakan fasilitas dinas untuk keperluan pribadi.

"Mobil, kulkas dan seluruh perabot dikembalikan semuanya. Nenek saya sampai termenung. Jarang ada pejabat seperti ini," kata cucu Kaharoeddin, Aswil Nasir, saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

Pihak Gubernuran sebenarnya ingin menghadiahkan barang-barang inventaris yang biasa dipakai Kaharoeddin selama menjabat. Tapi Kaharoeddin menolaknya. Dia juga menolak diberi uang atau sumbangan. Terutama oleh kalangan pengusaha.

"Kalau mau menyumbang ke dinas sosial saja," tegas Kaharoeddin.

Demikian juga urusan rumah. Dari dulu, Kaharoeddin menempati rumah dinas polisi di Jl Tan Malaka, Kota Padang. Saat menjabat gubernur, Kaharoeddin memilih tetap tinggal di rumah yang tidak seberapa besar itu.

Ketika pensiun sebagai gubernur, Kaharoeddin tetap tinggal di sana. Apalagi Polri mengaktifkannya sebagai penasihat karena pengalamannya. Kaharoeddin menjadi polisi hingga umur 63 tahun.

Ketika hendak diberi rumah oleh Pemprov, dia menolak mentah-mentah. Begitu juga ketika polisi menawarinya sebuah rumah. Kembali dia menolak. Hal itu terjadi berulang-ulang. Kaharoeddin tetap memilih tinggal di rumah hak pakai milik Polri. Sampai dia meninggal, Jenderal dan mantan gubernur ini tak punya rumah pribadi.

Pertama, Pemprov menawarkan kediaman resmi gubernur di Jl Sawahan 50 Kota Padang. Lalu Pemprov menawarkan rumah dinas yang ditempati Kaharoeddin di Jl Tan Malaka No 8 untuk dibaliknamakan. Kaharoeddin menolak pemberian ini. Dia juga menolak saat Pemprov berniat membelikannya rumah di Komplek Wisma Indah Blok I/5 Ulak Karang.

Sementara itu, Pihak Komdak atau kini Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar pun berniat membelikannya rumah di persimpangan Jl Bagindo Azizchan dan Jl Proklamasi, Kota Padang. Tapi Kaharoeddin pun tak mau menerimanya. Dia tak ingin diberi gratifikasi, atas nama pengabdian pada bangsa dan negara.

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Polisi Teladan# Top

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Jelang liberalisasi, gerak pengusaha konstruksi asing diperketat
  • Dana kelolaan BPJS jadi sumber pembiayaan proyek MP3EI
  • Menag: Sudah sewajarnya pemerintah akui peran besar pesantren
  • Jadi bandar narkoba, napi Lapas Sragen batal hirup udara bebas
  • Marshanda: Aku tahu posisi aku
  • Khasiat hebat yang tersembunyi di balik pahitnya pare!
  • Sebelum penemuan mayat bocah tanpa organ, bocah 5 tahun diculik
  • Maruarar Sirait usul tak ada kenaikan gaji presiden dan DPR
  • Sidak Wapres Boediono di Imigrasi Jakpus cuma 5 Menit
  • Saksi akui eks Kepala Bappebti sediakan sogokan izin pemakaman
  • SHOW MORE