Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat meminta Presiden Joko Widodo untuk membuka simposium internasional yang bakal dihadiri para ketua MK se-dunia. Selain itu, Arief juga melaporkan kepada presiden terkait pergantian Sekjen MK yang akan berakhir masa jabatannya."Kemudian sekaligus melaporkan, saya terima kasih, kita Sekjen MK sudah 12 tahun dan kemudian kita sudah melakukan seleksi secara terbuka dan sudah ada 3 orang kandidat, terserah kepada pak Presiden nanti siapa yang akan ditunjuk untuk menggantikan Sekjen sekarang ini," kata Arief usai bertemu Presiden Jokowi di Istana, Jakarta, Senin (10/8).Menurut Arief, MK sudah melakukan seleksi calon Sekjen dan menghasilkan tiga orang calon. Semua calon yang lolos yang diusulkan kepada presiden semuanya kebetulan pejabat MK setingkat eselon II."Jadi silakan presiden untuk menentukan siapa yang menjadi sekjen untuk menggantikan Sekjen Pak Janedjri yang hebat itu, yang sudah 12 tahun dan mampu membangun bersama Pak Jimly, Pak Mahfud menjadikan MK sebagai lembaga prestisius, yang tidak hanya diakui tingkat nasional, tapi mendapat penghargaan internasional," jelas Arief."Itu kenapa saya bisa menjadi presiden asosiasi MK dan lembaga sejenisnya, karena kredibilitas MK Indonesia diakui secara internasional," tutupnya.
Ketua MK ajukan 3 calon sekjen MK ke Jokowi
Sejak Mahkamah Konstitusi berdiri pada 13 Agustus 2003, Sekjen MK dijabat Janedjri M Gaffar.
Rekomendasi