Ketakutan lihat orang dibacok, tukang kopi di Depok tutup warung

Ketakutan lihat orang dibacok, tukang kopi di Depok tutup warung. Pertikaian yang terjadi antara dua kelompok massa tadi malam membuat Soleh, penjual kopi di Jalan Raya Cipayung Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung ketakutan. Pasalnya pertikaian itu terjadi persis di warung miliknya.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Ketakutan lihat orang dibacok, tukang kopi di Depok tutup warung
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Pertikaian yang terjadi antara dua kelompok massa tadi malam membuat Soleh, penjual kopi di Jalan Raya Cipayung Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung ketakutan. Pasalnya pertikaian itu terjadi persis di warung miliknya.Soleh mengatakan, dia pun akhirnya menutup rolling door warungnya. Pasalnya di tidak ingin menyaksikan percekcokan itu semakin sengit."Saya takut. Jadi saya langsung tutup," katanya.Setelah itu Soleh pun bingung harus berbuat apa. Dia pun berusaha menghindar supaya tidak terlibat."Pas saya keluar lewat pintu belakang tahunya sudah ada satu orang yang terbujur kaku di samping warung. Dan satunya lagi di depan warung," tandasnya.Akibat kejadian ini pun tak lama anggota organisasi massa berdatangan. Pasalnya dua korban adalah anggota ormas.Seperti diketahui Herman Lintang dan Deden Sudarmono mendatangi lapak di kawasan Citayam untuk menagih sewa lahan. Keduanya menemui Hermanto.Namun di lokasi terjadi adu mulut berujung pertikaian. Saat itu ada adik Hermanto bernama Zainal Arifin. Dia kemudian melawan dan terjadi pertikaian.Herman langsung diserang dengan senjata tajam dan tewas di lokasi kejadian. Sedangkan, Deden kritis karena luka benda tajam yang mengenai tangan kanannya. Hermanto juga tewas di rumah sakit karena serangan jantung.Sementara itu di sekitar Jalan Raya Citayam berkumpul puluhan anggota ormas. Polisi pun berjaga di sekitar lapak pedagang kayu di sekitar Hek Citayam di Jalan Raya Cipayung.

Rekomendasi