Kesaksian Hilman Mattauch saat bertemu Setnov baik-baik saja hingga kecelakaan

Hilman diketahui bersama Novanto di hari kecelakaan. Dia berdalih menemui Novanto di ruang kerja kemudian akan membawa ke studio Metro TV dengan mobil Fortuner miliknya untuk wawancara.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kesaksian Hilman Mattauch saat bertemu Setnov baik-baik saja hingga kecelakaan
Hilman Mattauch diperiksa KPK. ©2017 Merdeka.com

Bekas wartawan Metro TV, Hilman Mattauch, memberi kesaksian di persidangan dugaan perintangan penyidikan dengan terdakwa Fredrich Yunadi. Pada Hilman, Hakim Saifuddin Zuhri sempat menanyakan keberadaan politikus Golkar, Aziz Samual, di hari kecelakaan Novanto pada 16 November 2017 lalu.

Pada persidangan sebelumnya, Fredrich mengaku saat Novanto kecelakaan di kawasan Permata Hijau, langsung dibawa politikus Golkar Aziz Samual dan ajudannya, Reza Fahlevi ke rumah sakit.

Pada hakim, Hilman mengaku di hari yang sama sebelum terjadi kecelakaan, dirinya memang sempat bertandang DPR ke ruangan kerja Novanto untuk wawancara. Sebelumnya, dia memang lebih dulu menghubungi ajudan Novanto.

Tapi dia mengaku, saat datang hanya ada Novanto di ruang kerja. Termasuk sosok politikus Golkar, Aziz Samual, juga tidak terlihat. Tapi memang ada yang keluar masuk, dan dia baru belakangan baru tahu orang tersebut adalah Aziz Samual.

"Aziz benar di situ," tanya Hakim Saifuddin, di persidangan Fredrich di Pengadilan Tipiko Jakarta, pada Kamis (27/4) malam.

"Saya lihat. Pertama saya gak lihat, kayaknya memang Aziz. Pas mau keluar saya lihat orang itu lagi. Keluar masuk soalnya," jawab Hilman saat hakim kembali menegaskan pertemuan dengan Aziz sebanyak dua kali.

Saat bertemu Novanto, dia melihat kondisi Ketum Golkar itu baik-baik saja. Pada Hilman, Novanto mengaku tak ingin diwawancara media lain selain dirinya. Namun saat ditawarkan ke studio Metro TV, dia bersedia.

Kemudian mereka menggunana mobil Fortuner Hilman ke Metro TV. Pengakuan Hilma, untuk menuju mobil, Novanto turun lewat tangga.

"Di ujung tangga saya jemput kemudian bersama-sama mau ke Metro. Di jalan dia tanya-tanya saja apa pertanyaannya. Saya lihat dia angkat telepon dari orang, dia sebut-sebut Hotel Mandarin," kata Hilman.

Kemudian, Hilma mengaku memilih rute Permata Hijau karena menurut GPS, jika melewati Tomang Palmerah macet. Dia mengemudikan mobil, di sampingnya ajudan Novanto.

Pada Hakim, dia menyebut kecepatan mobilnya hanya 50 km/jam saat kecelakaan terjadi. Saat kecelakaan terjadi dia mengaku sempat dimarahi ajudan Novanto. Warga juga banyak yang melihat.

"Ya Allah, saya lihat Pak Nov, Pak Reza marah sama saya. Reza kemudian sudah buka pintu sudah bopong Pak Nov," katanya.

Dia mengaku setelah membopong Novanto, Reza tak menceritakan dibawa ke mana. Saat itu, dia juga tak tahu dengan siapa Novanto.

"Ternyata Reza ke Permata Hijau. Besoknya saya diantar oleh kantor saya, telepon derek ternyata udah dibawa ke Satlantas Pancoran. Saya di setengah jam di lokasi.

"Saya telepon derek dari Pondok Indah. Tadinya saya fikir mau dibawa ke bengkel," katanya.

Hakim sempat merasa aneh bagaimana mungkin derek bisa datang secepat itu. dia mengaku sudah menyimpan nomor derek," klaimnya.

Hakim sempat bertanya juga kedekatan Hilman dan Novanto. Dia mengaku kedekatan hanya karena menjadi ketua wartawan MPR/DPR saat Novanto menjadi ketua DPR.

"Pak Nov jadi ketua DPR yang sering wawancara. Sebelumnya wawancara biasa ketua fraksi," katanya.

Dia juga mengaku kenal Fredrich Yunadi karena pernah wawancara. Terakhir soal jam tangan.

"Dua tiga kali wawancara," jelasnya.

Rekomendasi