Lawatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia dibarengi dengan 11 kesepakatan kerja sama. Salah satunya antara Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Arab Saudi. Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menyatakan, kerja sama antara Kepolisian Indonesia dengan Arab Saudi terdiri dari bermacam aspek dalam tindak kejahatan lintas negara. Mulai dari terorisme, pencucian uang, bahan radioaktif, penyelundupan imigran hingga kejahatan cyber.
"Ada beberapa bidang kerja sama yang dilakukan yaitu bidang terorisme dan pendanaannya, kemudian tentang narkoba, tentang pemalsuan uang, tentang pencurian dan penyelundupan senjata, amunisi, bahan peledak dan perdagangan gelap," jelasnya saat berada di komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2/3).
"Tentang penyerangan terhadap orang, kehormatan dan harta benda, pencucian uang, kejahatan terhadap negara, kejahatan terorganisir, korupsi, pencurian bahan radioaktif, perdagangan orang, penyelundupan migran, kejahatan cyber dan ini adalah kejahatan-kejahatan trans nasional crime," sambung Martinus.
Dia berharap, dengan kerja sama ini bisa memberikan kemudahan bagi aparat kepolisian di kedua belah pihak mengatasi masalah kejahatan lintas negara yang menjadi ancaman bagi negara maju dan berkembang.
"Di sini diamanatkan untuk mempermudah, mempercepat dan memperlancar kerja sama ini. Pada dasarnya, terkait dengan tiga hal terkait dengan komunikasi, terkait dengan koordinasi, dan terkait dengan kolaborasi. Bagaimana bisa segera mungkin menekan praktik-praktik kejahatan yang tadi menjadi bagian dari bidang kerja sama tadi," imbuh mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.
Seperti diketahui, Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Arab Saudi melakukan kerjasama terkait penanganan teroris dan narkoba. Kerjasama sama itu ditandai dengan pertemuan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian dengan Kepala Kepolisian Arab Saudi Usman Al Mughrij sejak semalam dan hari ini di Istana Bogor.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Alshuibi menuturkan, ada sekitar 10 kesepakatan kerja sama yang sudah final dan akan ditandatangani Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Kesepuluh kesepakatan yang dimaksud antara lain kerja sama di bidang keamanan, kebudayaan, pendidikan, urusan Islam, perdagangan, UKM, perikanan dan kelautan, serta pariwisata.