Pengangkatan Gories Mere dan Diaz Hendropriyono menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai pro dan kontra. Kontroversi muncul lantaran pengangkatan dua nama ini tidak disertai alasan dan rekam jejak masing-masing. Berbeda dengan pengangkatan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo sebelumnya.Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pengangkatan Gories dan Diaz sudah berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres). Di mana tugas keduanya tidak diatur dalam kementerian dan lembaga."Keppresnya Nomor 35 tahun 2016," ungkap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (13/7).Keppres tersebut, kata Pramono, sudah ditandatangani Presiden pada 13 Mei lalu dan baru dikeluarkan pada bulan Juni. Politisi PDIP ini tak ingin menjelaskan lebih detail tugas-tugas seperti apa yang akan diemban Gories dan Diaz. "Ya presiden yang lebih mengetahui," tandasnya.Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan setelah Keppres diterbitkan, Gories dan Diaz resmi menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Menurut Pratikno, keduanya tak secara spesifik akan bertugas dalam bidang tertentu. Sebab, ia mengaku tugas seorang Staf Khusus Presiden tak diatur secara resmi. "Kalau kita di Keppres itu, Keppres Stafsus, semua Stafsus tidak ada secara spesifik mengatur penugasan tertentu yang dicantumkan di dalam Keppres. Jadi itu ada fleksibilitas di antara stafsus. Jadi bisa saja ada penugasan-penugasan khusus sesuai dengan melihat dinamika dan keadaan," ujarnya. Pratikno enggan merinci alasan penunjukan keduanya menjadi staf khusus Presiden. Ia juga enggan membeberkan apa yang dilihat dari keduanya hingga dapat menduduki posisi di lingkaran istana tersebut. "Ya menambah kompetensi, jaringan baru, selain stafsus yang ada saat ini. Dan masih ada cukup banyak jabatan stafsus. Ya alasan khusus karena butuh orang baru, orang baru dengan pengalaman yang lain untuk melaksanakan penugasan khusus dari presiden," tukasnya.
Keppres Gories dan Diaz sebagai stafsus diteken Jokowi 13 Mei
"Keppresnya Nomor 35 tahun 2016," ungkap Pramono.
Rekomendasi