Kemenkum HAM Sulsel serahkan narapidana otak pembakaran satu keluarga ke polisi
Merdeka.com - Narapidana bernama Akbar Ampuh (32), penghuni Lapas Kelas I Makassar ditangkap Polrestabes Makassar. Dia ditetapkan tersangka pembakaran rumah yang tewaskan satu keluarga, Senin (6/8). Aksi tersangka bermotif utang piutang bisnis narkoba.
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkum HAM Sulsel Marasidin Siregar menjelaskan, penanganan kasus Akbar Ampuh telah diserahkan ke penyidik Polrestabes Makassar.
"Kita kooperatif, sudah serahkan Akbar Ampuh ke Polrestabes Makassar dua hari lalu, sesuai kewenangannya untuk menindaklanjuti kasus tersebut berikut barang bukti milik bersangkutan yang ditemukan saat penggeledahan oleh polisi berupa alat-alat komunikasi," kata Marasidin Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (14/8).
Marasidin belum mengetahui bagaimana caranya tersangka bisa berinteraksi dengan pihak luar Lapas, untuk mengendalikan bisnis narkoba. Hingga kini, semua masih dalam penyelidikan Kepolisian dan internal pihaknya.
"Tetap dilakukan penyelidikan internal. Kepala Lapas Budi Sarwono telah membentuk tim khusus yang bertugas menyelidiki kasus itu dan mencegah agar tidak terulang lagi, memperketat pengawasan badan dan barang bawaan pengunjung dan memperketat pengawasan kunjungan di Lapas," kata Marasidin Siregar.
Ditambahkan, setelah kasus Akbar Ampuh ini terungkap, dia menginstruksikan ke para Kalapas dan Karutan se-Sulsel untuk meningkatkan kewaspadan dan memperketat pelaksanaan kunjungan, tetapi tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung dan tamu.
"Kita harus lebih tegas tapi tetap humanis," tandasnya.
Diketahui, hingga saat ini polisi telah menangkap lima pelaku pembakaran rumah di Makassar. Kelimanya adalah Akbar Ampuh (32), Andi Ilham Agsari (23), Wandi (23), Haidir Muttalib (25) dan Riswan Idris (23).
Awalnya musibah kebakaran itu dikira kebakaran biasa, setelah pendalaman oleh polisi ternyata ada motif pidana lain yang menyertainya. Yakni terkait utang piutang senilai Rp 10 juta yang tidak disetor Muhammad Fahri, salah satu korban jiwa ke Akbar Ampuh.
Kebakaran itu menewaskan satu keluarga terdiri dari kakek, nenek, cucu dan sepupu. Masing-masing Sanusi (70), Bondeng (60), Musdalifa (40), Namira Ramadina (21), Muhammad Fahri (25) dan I (5).
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya