Kemenkes Minta Warga Lapor Aparat Jika Temukan Vitamin Palsu

Dia juga meminta masyarakat untuk selektif memilih tempat pembelian vitamin. Dia menyarankan masyarakat untuk membeli vitamin di apotek resmi.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Kemenkes Minta Warga Lapor Aparat Jika Temukan Vitamin Palsu
Ilustrasi obat. Reuters

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk melapor ke aparat keamanan jika menemukan praktik penjualan vitamin palsu.

"Laporkan kepada pihak yang berwenang kalau dapat vitamin palsu dan sumbernya," katanya kepada merdeka.com, Jumat (16/7).

Dia juga meminta masyarakat untuk selektif memilih tempat pembelian vitamin. Dia menyarankan masyarakat untuk membeli vitamin di apotek resmi.

"Beli vitamin di apotek, jadi tempat yang resmi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Thina membagikan pengalaman membeli vitamin untuk orang tuanya di Tokopedia. Setelah dia melakukan pengecekan, diduga vitamin yang diterima palsu.

Penuturannya pada Tekno Liputan6.com, Selasa (13/7), salah satu satu indikasi vitamin tersebut palsu adalah adanya kode QR yang ternyata tidak sesuai.

Begitu dipindai, kode QR itu ternyata mengarahkan ke situs salah satu universitas swasta Indonesia.

"Lalu di keterangan botol tersebut juga ditemukan adanya typo," tutur Thina melanjutkan.

Selain itu, nama merek ternyata berbeda dengan keterangan situs resmi dan manufaktur vitamin tersebut.

Polri langsung turun tangan melakukan penyelidikan terkait keluhan penjualan vitamin palsu.

"Sedang dilakukan lidik," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Agus Andrianto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (16/7).

Rekomendasi