Politisi Partai NasDem Siti Nurbaya kembali dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan periode 2019-2024. Setumpuk pekerjaan rumah menanti Siti Nurbaya. Salah satunya adalah mempersiapkan lahan untuk ibu kota baru di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.
Siti Nurbaya banyak berdiskusi dengan Jokowi soal rencana pemindahan ibu kota baru. Kementerian LHK menjadi bagian penting dalam persiapan ini. Sebab area yang dipersiapkan yakni sebesar 180.00 hektare berada di area hutan pemerintah.
"Presiden beberapa waktu lalu menempatkan wilayah Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota negara baru. Itu harus sekaligus dalam kaitan dengan lingkungan," ungkap Siti Nurbaya di Istana Negara, Selasa (22/10).
Siti Nurbaya memastikan, pembangunan ibu kota baru tidak akan merusak lingkungan. Bahkan dia berjanji, pembangunan ibu kota baru akan berorientasi pada lingkungan hidup. Dia membantah segala keraguan yang muncul, bahwa hutan akan habis untuk pembangunan ibu kota baru.
"Asumsi bahwa membuka ibu kota negara baru menghancurkan hutan itu salah. Karena di dalam planningnya itu kita memperbaiki. Itu bisa ditata, rumah jarang, pohon yang dikurangi sedikit mungkin," ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan lahan untuk ibu kota baru tengah dalam proses persiapan. Targetnya rampung akhir tahun ini.
"Kita selesaikan mudah-mudahan pada bulan Desember area sudah siap digunakan."