Keluarga Korban Tewas Ditembak Polisi di Wamena Tuntut Rp10 Miliar

Warga sipil berinisial SW (22) tewas diduga akibat penembakan yang dilakukan anggota Polres Tolikara di Kampung Mulima, Jalan Trans Wamena-Kurulu, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (10/4) lalu. Keluarga korban menuntut agar pihak pelaku membayar Rp10 miliar.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Keluarga Korban Tewas Ditembak Polisi di Wamena Tuntut Rp10 Miliar
Ilustrasi garis polisi. ©2023 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Warga sipil berinisial SW (22) tewas diduga akibat penembakan yang dilakukan anggota Polres Tolikara di Kampung Mulima, Jalan Trans Wamena-Kurulu, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (10/4) lalu. Keluarga korban menuntut agar pihak pelaku membayar Rp10 miliar.

"Iya benar, keluarga korban menuntut Rp10 miliar," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo, Jumat (14/4).

Pasca-penembakan, keluarga korban melakukan aksi blokade Jalan Trans Wamena-Kurulu di Distrik Libarek, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Rabu (12/4), jalan itu kembali dibuka.

"Jajaran Satuan Intelkam berkoordinasi dengan Kepala Distrik Libarek, untuk juga berkomunikasi dengan pihak keluarga korban, alhasil keluarga mendengar, dan palang jalan pun dibuka," ucap Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, Kamis (13/4)

Untuk penyelesaian permasalahan tersebut, Polres Jayawijaya akan berkoordinasi dengan Polres Tolikara.

"Situasi di lokasi pemalangan saat ini sementara masih aman dan kondusif. Kami juga sudah meminta kepala distrik untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat serta keluarga korban agar dapat menjaga keamanan, sehingga tidak terjadi permasalahan baru yang dapat merugikan masyarakat umum," tutur Heri.

Rekomendasi