Polsek Mendoyo, Bali, akhirnya mendapat restu keluarga untuk melakukan autopsi jasad penari Rangda Girah (tokoh pemilik ilmu hitam) yang diduga tewas akibat tertusuk keris saat pentas seni Calonarang. Saat jasad I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14) diturunkan dari bale tempat disemayamkan di rumah duka Delod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, sejumlah keluarga teriak histeris kesurupan. Autopsi tersebut dilakukan petugas atas persetujuan keluarga untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Bahkan kakak dan adik korban loncat-loncat sambil berteriak dan menggigil, dengan mata melotot dan telapak tangan terbuka. Keluarga lain pun berusaha menenangkan dan memegangi kedua saudara kandung korban ini. Beruntung situasi tegang tersebut bisa dikendalikan, setelah Kanit Reskrim Polsek Mendoyo AKP Gusti Komang Muliadnyana menjelaskan akan pentingnya proses autopsi."Ya tadi keluarganya ada yang kesurupan dan tidak menghendaki jasad korban dibawa ke mana-mana. Tapi setelah kita jelaskan, akhirnya pihak keluarga mengerti dan menerimanya," terang Muliadnyana, Kamis (15/10).Sementara itu di Mapolsek Mendoyo, penyidik sedang melakukan pemeriksaan itensif terhadap sejumlah saksi, di antaranya panitia karya, seksi kesenian dan grup seni Calonarang."Hingga saat ini kita sudah memeriksa delapan orang saksi. Nanti akan ada saksi-saksi tambahan yang akan diperiksa. Perkembangannya akan kami sampaikan," terang Kapolsek Mendoyo AKP Wayan Arta Ariawan.
Keluarga kesurupan saat jasad penari Rangda Girah akan diautopsi
Kakak dan adik korban loncat-loncat sambil berteriak dan menggigil, dengan mata melotot dan telapak tangan terbuka.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi