Akibat penyelidikan kasus penganiayaan tak kunjung tuntas selama dua pekan, ratusan pendekar silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Kabupaten Kediri, menggeruduk Polsek Papar Kediri. Mereka mempertanyakan penanganan kasus pengeroyokan dialami dua anggota PSHT.
Aksi solidaritas ini dilakukan sekitar 300 pendekar silat dari perguruan PSHT Kabupaten Kediri di Markas Polsek Papar, Senin (23/7) siang. Dalam orasinya, massa mempertanyakan proses penanganan kasus pengeroyokan dialami dua orang anggotanya MR (15) dan JH (15). Keduanya warga Dusun Pulosari Desa Papar Kecamatan Papar Kabupaten Kediri.
Peristiwanya terjadi pada Sabtu 8 Juli 2018. Korban saat itu bersama tiga orang teman seperguruan pulang mengikuti latihan silat. Sewaktu melintasi depan SMA Pemuda Papar mereka berpapasan dengan puluhan pengendara sepeda motor.
Rombongan ditengarai bubaran peserta gelaran tarung bebas di Kecamatan Wates Kediri. Tanpa sebab yang jelas mereka langsung menyerang korban secara beramai-ramai, karena sepeda motor yang dinaikinya mogok.
"Kedua anggota kami hanya bisa pasrah dipukuli dengan benda tumpul. Sedangkan tiga temannya berhasil meloloskan diri akibat pengeroyokan tersebut. Korban terluka parah di kepala dan menjalani opname di rumah sakit," kata Aksonul Huda, Korlap Aksi.
Kapolsek Papar AKP Djufri Watratan mengakui kesulitan mengungkap identitas pelaku karena peristiwanya terjadi malam hari dan tidak ada saksi yang mengetahuinya secara persis.
"Kami berhasil membuat sketsa wajah dua pelaku melalui rekaman kamera di SMA Pemuda serta meningkatkan status perkaranya ini menjadi penyidikan," kata AKP Djufri.
Massa akhirnya membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari polisi. Tetapi mereka mengancam akan menggelar aksi serupa dengan jumlah massa lebih besar apabila dalam dua minggu ke depan belum ada progres dari kepolisian.