Kasus Jenazah Dibawa Pakai Motor Roda 3, Keluarga Maafkan RSU Wonolangan

Peristiwa jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan sepeda motor roda tiga menjadi viral dan diperbincangkan banyak orang. Pihak Rumah Sakit Wonolangan, Probolinggo, menyatakan kasus tersebut disebabkan miskomunikasi antara pihaknya dan keluarga. Sedangkan pihak keluarga menerima dengan ikhlas permintaan maaf tersebut.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Kasus Jenazah Dibawa Pakai Motor Roda 3, Keluarga Maafkan RSU Wonolangan
RSU Wonolangan. ©2021 Merdeka.com

Peristiwa jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan sepeda motor roda tiga menjadi viral dan diperbincangkan banyak orang. Pihak Rumah Sakit Wonolangan, Probolinggo, menyatakan kasus tersebut disebabkan miskomunikasi antara pihaknya dan keluarga. Sedangkan pihak keluarga menerima dengan ikhlas permintaan maaf tersebut.

Nur Ali, selaku perwakilan dari keluarga korban menyatakan, pihak keluarga telah memaafkan atas terjadinya peristiwa kemarin. Namun dirinya tetap berpesan kepada pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan supaya bisa menerapkan sistem ambulans secara dinamis. Terutama ketika pasien tersebut pemilik kartu BPJS.

Dia juga berharap, kejadian tersebut tidak terulang. Karena sistem yang diterapkan rumit dan mahal. "Semoga tidak kembali membebani pasien. Selain itu, proses birokrasi seharusnya terlayani dengan cepat, supaya pasien tidak menunggu terlalu lama. Semoga kedepan, tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini," kata Nur Ali, Rabu (9/6).

Manager RSU Wonolangan, dr Indra Gunawan menyampaikan, terkait kasus pemulangan jenazah menggunakan motor tersebut disebabkan miskomunikasi. Karena kabar yang beredar harga sewa ambulans sebesar Rp800 ribu.

"Tidak benar kami, RSU Wonolangan, menarik biaya Rp800 ribu untuk ambulans, yang benar biaya ambulans kita kenakan Rp175 ribu," jelasnya.

Harga sewa ambulans Rp 175 ribu diberlakukan kepada semua pihak. Entah keluarga miskin atau kaya. Menurutnya, terkait pemulangan jenazah Supo yang viral tersebut, karena pihak keluarga yang mengalami kepanikan. Sehingga kabar yang diterimanya Rp800 ribu, padahal Rp175 ribu.

"Namun kita telah sepakat terkait kasus ini kita selesai secara damai," ucapnya di Mapolsek Dringu.

Rekomendasi