Kenaikan kasus Covid-19 di Palembang terus terjadi sejak beberapa hari terakhir. Alhasil, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sudah berstatus kritis.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan mengungkapkan, angka BOR di rumah sakit sudah mencapai 85 persen atau jauh di atas ambang batas. Bahkan, dari 18 rumah sakit di Palembang, beberapa di antaranya sudah tak menerima pasien Covid-19 lagi karena kapasitas ruangan sudah penuh.
"BOR di Palembang sudah 85 persen, sangat tinggi, sampai-sampai sejumlah rumah sakit sudah penuh," ungkap Yudhi, Jumat (9/7).
Dikatakan, lonjakan keterisian tempat tidur terjadi selama dua hari terakhir dampak peningkatan kasus yang di atas 100 orang per hari. Membludaknya kasus Covid-19 di Palembang disinyalir menyebarnya virus varian baru yakni Delta.
"Memang penularannya sangat masif. Kemungkinan penyebabnya adalah virus varian Delta," kata dia.
Gubernur Sumsel Herman Deru menginstruksikan seluruh rumah sakit rujukan untuk menambah ruang rawat inap dan unit gawat darurat. Kebijakan ini berdasarkan Surat Edaran Nomor 037/SE/Dinkes 2021 tentang Kesiapan Dinas Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19 yang ditandatangani 7 Juli 2021.
Skema penambahan adalah 30-40 persen dari kapasitas rawat inap rumah sakit bagi pasien corona dan 15-25 persen dari unit gawat darurat. Rumah sakit mesti segera menyiapkannya untuk mengantisipasi lonjakan signifikan.
"Kami siapkan Asrama Haji dan penambahan Wisma Atlet untuk dijadikan ruang isolasi jika sewaktu-waktu lonjakan terus terjadi," kata Deru.