Protes sejumlah orangtua peserta seleksi penerimaan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda Jawa Barat, berbuntut panjang. Kisruh yang bermula dari kebijakan Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan tentang prioritas putra daerah sudah sampai ke telinga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri langsung memberikan teguran kepada Kapolda Jabar. "Sudah saya tegur (Kapolda Jabar)," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/7).
Kapolda Jabar dinilai berusaha untuk mengakomodir aspirasi dari masyarakat setempat yang menginginkan adanya prioritas putra daerah dalam proses seleksi calon taruna. "Tadinya mau akomodir niatnya mungkin baik akomodir tokoh-tokoh setempat," ucapnya.
Namun kebijakan tersebut dipersoalkan oleh orang tua peserta yang mendapatkan ranking tinggi tetapi tidak lolos seleksi. Pihak orangtua peserta menyebarkan video aksi protes ke media sosial. Sontak peristiwa itu menjadi viral dan para orangtua pun melaporkan ke Propam Mabes Polri.
"Saya cepat tangkap itu dan kemudian saya diskusi dengan AS SDM kita. Rupanya ada perkap keistimewaan itu hanya untuk Papua," kata Tito.
"Setelah dijelaskan ada perkap itu kapolda baru ingat. Setelah itu kita turunkan tim Mabes Polri dipimpin AS SDM meluruskan sekarang sudah clear kita kembalikan sesuai aturan perkap," ucapnya.