Kapal Ikan Tanpa Awak Terombang-ambing di Perairan Karangasem

Kapal ikan tanpa awak terombang-ambing di Perairan Banjar Kusambi, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (7/12) sekitar pukul 16.00 Wita. Polisi masih menyelidiki pemilik dan asal kapal itu.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Kapal Ikan Tanpa Awak Terombang-ambing di Perairan Karangasem
Kapal ikan tanpa awak yang terombang-ambing di Perairan Karangasem. ©2021 Merdeka.com/Istimewa

Kapal ikan tanpa awak terombang-ambing di Perairan Banjar Kusambi, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (7/12) sekitar pukul 16.00 Wita. Polisi masih menyelidiki pemilik dan asal kapal itu.

Berdasarkan informasi dihimpun, kapal tanpa awak itu pertama kali ditemukan nelayan. Mereka kemudian melaporkannya ke petugas.

Kasat Polair Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja mengatakan, bahwa kapal itu diduga bernama Sinar Bahari. "Namanya kapal Sinar Bahari. ada tulisan cat kecil, ketemu jam 4 sore kemarin," kata Suteja saat dihubungi Rabu (8/12).

Kapal itu berukuran 29 GT, panjang sekitar 20 meter dan lebar 5 meter. Warnanya kombinasi hijau dan biru. Terdapat tulisan "Sinar Bahari".

Kondisi kapal dalam keadaan rusak dan kosong. Namun, tidak ada bekas terbakar atau kebakaran.

"Dengan adanya penemuan tersebut telah dilakukan upaya penarikan kapal untuk dibawa ke darat dengan menggunakan dua jukung, namun tidak berhasil. Saat ini kapal sudah bergeser ke Pantai Batu Manak, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem," imbuhnya.

Suteja mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Polair Polda Bali dan KSOP Padang Bai di Karangasem untuk mengetahui asal kapalnya.

"Sudah minta tolong untuk mengecek dan mencari tahu identitas kapal ini. Kita belum berani pastikan dari mana kapal ini, apakah dari Benoa Denpasar atau dari Jawa sana. Kondisi kapal sudah parah, sudah rusak ini. Dugaan kita sudah lama rusak. Soalnya dari tanda-tanda kapal ini lama tidak terpakai," ujar Suteja.

Rekomendasi