Jokowi Ungkap Istana IKN Dibangun di Ketinggian 80 Meter dari Permukaan Laut

Jokowi menjelaskan, lokasi titik nol kilometer ditentukan Kementerian PUPR. Dia menuturkan hal itu ditetapkan dalam perhitungan berdasarkan teknik geospasial.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Jokowi Ungkap Istana IKN Dibangun di Ketinggian 80 Meter dari Permukaan Laut
Jokowi Ungkap Istana IKN Dibangun di Ketinggian 80 Meter dari Permukaan Laut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengunjungi lokasi titik dibangun Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa nanti istana akan dibangun di tempat tertinggi dari permukaan laut.

"Tetapi di sini ini, titik Istananya. Di sini titik istananya tempat yang tertinggi dari permukaan laut kira-kira 80 meter. Ini paling tinggi. Sehingga bisa melihat penjuru kanan kiri," kata Jokowi dalam saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3).

Jokowi menjelaskan, lokasi titik nol kilometer ditentukan Kementerian PUPR. Dia menuturkan hal itu ditetapkan dalam perhitungan berdasarkan teknik geospasial.

"Ya,itu apa itu hitung-hitungan geospasial yang dilakukan oleh kementerian PUPR titiknya disitu," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan menempati Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) sebelum 16 Agustus 2024. Deputi Bidang Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Slamet Soedarsono menuturkan nantinya pembangunan IKN akan bertahap hingga 2045.

"Presiden direncanakan pindah ke KIPP sebelum 16 Agustus 2024," kata Slamet dalam Webinar Kehumasan Pemindahan Ibu Kota Negara disiarkan dalam YouTube Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (2/3).

Dia menuturkan pemindahan tahap awal 2022-2024 nantinya akan dimulai dengan infrastruktur dasar. Seperti air hingga energi yang dibutuhkan untuk penduduk pionir. Tak hanya nantinya pada tahap awal itu akan dibangun sarana utama seperti istana kepresidenan, perkantoran dan perumahan di KIPP.

"Kemudian ASN tahap awal termasuk TNI, Polri pada 2023," bebernya.

Lebih lanjut tahapan pada 2025-2035 nantinya akan pembangunan IKN sebagai area inti yang tangguh. Proyeksi nantinya yaitu mengembangkan fase kota berikutnya seperti pusat inovasi, dan ekonomi. Lalu menyelesaikan pemindahan pusat pemerintahan IKN.

"10 tahun berikutnya membangun IKN sebagai area inti yang tangguh," kata Jokowi.

Kemudian mengembangkan sektor-sektor ekonomi prioritas. Menerapkan sistem insentif untuk sektor-sektor ekonomi prioritas. Serta mencapai tujuan sustainable Development Goals (SDGs).

Slamet menuturkan 10 tahun selanjutnya di IKN akan diproyeksikan membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota. Hal itu untuk melakukan percepatan pembangunan di Kalimantan Timur.

"10 tahun berikutnya lagi membangun infrastruktur dan ekosistem 3 kota. Jadi bukan hanya Samarinda dan Balikpapan, untuk mempercepat pembangunan provinsi Kaltimnya," bebernya.

Dia merinci nantinya proyeksi yang akan dikerjakan yaitu memperluas pengambangan kota dan menyelesaikan konektivitas anatar dan dalam kota. Lalu destinasi FDI nomor satu bagi sektor ekonomi prioritas di Indonesia.

Tak hanya itu saja, nantinya pada tahun 2035-2045 diproyeksikan terdapat 5 besar destinasi utama di Asia Tenggara bagi talenta global. Lanjut, nantinya pada tahun itu juga akan didorong jaringan utilitas yang berkelanjutan dengan mengimplementasikan enablers ekonomi sirkuler dan mengembangkan pusat inovasi dan pengembangan talenta.

Slamet juga menuturkan pada 2045 di IKN diproyeksikan untuk memperkokoh reputasi sebagai kota dunia untuk semua. Diharapkan nantinya bisa menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing.

"10 besar livable city di dunia dan mencapai net zero-carbon emission dan 100% energi terbuka pada kapasitas terpasang. Kota pertama di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa," kata dia.

Rekomendasi