Jokowi: RI jadi rujukan banyak negara mengelola kebhinnekaan

Jokowi menyatakan Indonesia adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri meraih kemerdekaan.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Jokowi: RI jadi rujukan banyak negara mengelola kebhinnekaan
Sidang tahunan MPR di Gedung Nusantara. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-72 proklamasi kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPD RI dan DPR RI. Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan Indonesia adalah bangsa yang besar."Besar, bukan hanya karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa. Besar, bukan hanya karena memiliki 17 ribuan pulau. Besar, bukan hanya karena sumber daya alam yang melimpah. Tapi, kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah, bisa tetap kokoh bersatu sampai menginjak usianya ke-72 tahun," kata Jokowi, Rabu (16/8).Sementara, kata Jokowi, di beberapa negara lain dilanda konflik kekerasan antarsuku, perpecahan antaragama, pertikaian antargolongan. Karenanya, Jokowi bersyukur Indonesia tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka tunggal ika."Bahkan sekarang ini, kita menjadi rujukan banyak negara dalam hal mengelola kebhinnekaan dan membangun persatuan," katanya.Jokowi menyatakan Indonesia adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri meraih kemerdekaan."Kita merebut kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan kita, ulama kita, para santri, pemimpin agama-agama kita, dan pejuang dari seluruh pelosok Nusantara. Semua itu harus membuat kita semakin bangga pada Indonesia, negeri yang kita cintai bersama. Semua itu, harus membuat kita percaya diri untuk menghadapi masa depan. Kita harus meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam melihat hari esok," katanya.

Rekomendasi