Jokowi puji Polri-TNI, hanya singgung sedikit KPK

Jokowi puji Polri-TNI, hanya singgung sedikit KPK. Dalam pidato kedua di sidang bersama DPR dan DPD, Jokowi menyebut Polri, TNI dan KPK. Kali ini, Jokowi memuji Polri dan TNI, tapi hanya sedikit menyinggung KPK.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Jokowi puji Polri-TNI, hanya singgung sedikit KPK
Sidang tahunan MPR di Gedung Nusantara. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pada pidato kenegaraan pertama di sidang tahunan MPR, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sama sekali tak menyinggung Polri, TNI dan KPK. Padahal, Jokowi memuji kinerja dan capaian Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) serta BPK.Dalam pidato kedua di sidang bersama DPR dan DPD, Jokowi menyebut Polri, TNI dan KPK. Kali ini, Jokowi memuji Polri dan TNI, tapi hanya sedikit menyinggung KPK.Jokowi mengawali pidatonya tentang persatuan dan Kebhinnekaan serta percepatan perkembangan zaman yang harus di hadapi Indonesia. Jokowi juga menyinggung tentang pembubaran petral dan pemberantasan teroris serta pengedar narkoba."Kita ingin para petani, nelayan, buruh, ulama, pedagang pasar, tokoh agama, guru, aparatur sipil negara, TNI, Polri, pers, budayawan, mahasiswa, dan lainnya bisa bergerak bersama, maju bersama, sejahtera bersama," kata Jokowi di sidang bersama DPR-DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8)."Kita tidak ingin kesejahteraan hanya dinikmati oleh seseorang atau sekelompok orang. Inilah janji kemerdekaan yang harus kita segera wujudkan, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut mewujudkan ketertiban dunia," tambah Jokowi.Jokowi juga memamerkan capaian-capaian pemerintah dalam bidang ekonomi dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri. Dia pun menyinggung tentang pemberantasan korupsi yang harus dilakukan lebih baik lagi, termasuk dengan cara memperkuat KPK."Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memerangi korupsi. Pemerintah mendukung
setiap usaha, dari semua pihak, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta memperkuat KPK," kata Jokowi.Di ujung pidatonya, Jokowi juga menyinggung tentang konflik internasional yang terjadi di Suriah serta Myanmar dan mengutuk pelarangan ibadah umat Muslim di Masjid Al-Aqsa. Selanjutnya, Jokowi memuji kinerja Polri dan TNI yang telah menjaga dan mengamankan terselenggaranya Pilkada serentak 2017 dengan baik.Sebagai bagian penting dalam menjaga momentum kegembiraan demokrasi rakyat itu, kata JOkowi, Pemerintah terus memperhatikan stabilitas keamanan, serta mendorong peningkatan kemampuan, profesionalitas, dan kesejahteraan TNI dan POLRI."Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia berterimakasih pada TNI karena selalu setia pada NKRI, selalu siaga menjaga kedaulatan bangsa dan negara, termasuk dari infiltrasi gerakan terorisme global," kata Jokowi lagi.Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, kata dia, juga berterimakasih pada Polri karena selalu menjaga rasa aman masyarakat, termasuk keberhasilan Polri, BNN, dan Ditjen Bea Cukai dalam membongkar penyelundupan 1 ton sabu."Ke depan, TNI dan POLRI harus terus kita perkuat sebab tantangan ke depan sangat kompleks dan berubah sangat cepat. Tantangan pertahanan dan keamanan yang kita hadapi tidak lagi dalam paradigma Jawa Sentris, melainkan Indonesia Sentris. Karena itu, gelar pasukan TNI, serta strategi pertahanan kita, harus bisa menjaga setiap jengkal tanah, setiap ombak lautan, dan setiap kaki langit Tanah Air Indonesia," kata dia.

Rekomendasi