Di hadapan ribuan relawan pendukung setianya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masukan dan saran jika ada anak buahnya yang tidak maksimal dalam bekerja untuk rakyat. Mantan Gubernur DKI ini menilai, masukan itu penting sebagai bagian dari perubahan. Namun Jokowi tidak mengaitkan pernyataannya dengan isu reshuffle kabinet yang semakin kencang berhembus seiring dipanggilnya beberapa menteri kabinet kerja beberapa hari terakhir.
Bukan tanpa alasan Jokowi menyampaikan permintaan itu pada relawannya. Pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berjalan hampir dua tahun, harus bertanggungjawab pada seluruh rakyat Indonesia. Bisikan dari rakyat digunakan Jokowi untuk mengevaluasi kinerja menteri-menterinya. Bisikan itu juga sebagai bagian dari pengawasan rakyat terhadap pemerintahannya.
"Ya supaya kita ini ikut mengawasi jalannya pembangunan, ikut mengawasi jalannya pemerintahan, sehingga setiap instansi, kementerian juga pemda, merasa bahwa bekerja itu ada yang mengawasi, bekerja ada yang mengontrol. Itu siapa? ya rakyat. Jangan merasa bekerja itu tidak ada yang mengawasi. Ada yang mengawasi, rakyat yang mengawasi," tegas Jokowi usai menghadiri silaturahmi nasional relawan pendukungnya di Gedung Serbaguna, Senayan, jakarta, Minggu (24/7) malam.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku banyak mendapat 'bisikan' jika ada hal-hal yang tidak tepat dan perlu perbaikan. Terlalu banyak persoalan bangsa yang jadi pekerjaan rumah bagi Jokowi-JK.
"Banyak yang bisikin saya, 'Pak ini ada yang enggak bener lho, harus dibenerin'. Ya kita perbaiki. Rakyat pun, bilang ada yang enggak bener, tapi masalah negara kita, negeri ini banyak sekali, yang menjadi tugas kita permasalahan itu," ujar Jokowi.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sekitar 67 persen warga Indonesia menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Terkait kinerja, Jokowi menyerahkan pada masyarakat.
"Kalau tugas kita ini tugas bekerja, siang-malam, siang-malam, pagi kalau perlu tugas kita itu," katanya.
Mantan Wali Kota Solo ini mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah pusat dan daerah. Tugas ini bukan hanya pekerjaan presiden, wapres dan menteri, tapi juga kepala daerah.
"Ada yang bisa yang sudah baik, ada yang sudah cukup. Tapi masih banyak yang kurang, ini tugas kita memperbaiki yang kurang lebih baik," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masukan dan evaluasi dari relawan serta pendukungnya jika ada anak buahnya yang tidak maksimal dalam bekerja.
"Saya mengajak bapak ibu relawan bergerak bersama-sama. Perubahan-perubahan yang kita lakukan. Kalau ada di instansi, kementerian-kementerian yang perlu diperbaiki tolong bisikan ke saya. Tolong diinformasikan kepada saya," kata Jokowi.