Jemaah Naqsabandiyah salat Idul Adha Sabtu 10 September

Penentuan Idul Kurban atau Hari Raya Haji itu selalu sama secara turun temurun, yakni 100 hari setelah awal Ramadan.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Jemaah Naqsabandiyah salat Idul Adha Sabtu 10 September
Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah. ©2014 Merdeka.com

Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat bakal melaksanakan salat Idul Adha 1437 Hijriah pada Sabtu (10/9) atau dua hari lebih dahulu dari yang ditetapkan pemerintah."Kami menetapkan Idul Adha dari metode hisab munjid dan rukyatul hilal atau melihat bulan," kata Pimpinan Naqsabandiyah Sumbar Syafri Malin Mudo, di Padang, Selasa.Dia menjelaskan bagi tarekatnya penentuan Idul Kurban atau Hari Raya Haji itu selalu sama secara turun temurun, yakni 100 hari setelah awal Ramadan.Dalam 100 hari itu tarekatnya menilai saat di Arab Saudi puasa Arafah menjadi awal 10 Zulhijah atau Idul Adha."Hal inilah yang membedakan dengan tarekat lainnya di dunia. Secara pelaksanaan tetap sama dengan Idul Fitri salat sunnah dua rakaat dan takbir lima dan tujuh," kata Syafri.Hal itu, katanya, termasuk khutbah yang menggunakan bahasa Arab dan kemudian diselesaikan dengan salaman dan pemotongan kurban.Pada kurban kali ini, pihaknya akan memotong sapi dan kambing yang kemudian diberikan kepada pihak yang membutuhkan."Nantinya akan ada ratusan musalla dan masjid di Sumbar yang akan melaksanakan salat," ujar dia.Secara keseluruhan, katanya, jemaah Naqsabandiyah seluruh Sumbar berjumlah 5.000 orang dengan kisaran jemaah di Padang, Solok, Solok Selatan, Padangpariaman, dan Pesisir Selatan.Pusat pelaksanaan salat akan diselenggarakan di surau Baitul Makmur, Kecamatan Pauh Padang.Dia mengimbau jemaah Naqsabandiyah untuk berbondong-bondong datang ke surau melaksanakan Idul Adha yang akan dimulai dengan takbiran pada Jumat (9/9) malam.Salah satu anggota jemaah Tarekat Naqsabandiyah, Ujang Komar, berharap kepada warga lain dapat menghormati perbedaan pelaksanaan Idul Adha."Mungkin sebagian besar akan Idul Kurban pada 12 September begitupun di Tanah Suci," kata dia.Hal itu, katanya, karena secara sunnah dan fardu tarekatnya tidak berbeda dengan lainnya.

Rekomendasi