Jemaah haji jangan paksakan diri kejar keutamaan lempar jumrah

Jemaah haji jangan paksakan diri kejar keutamaan lempar jumrah. Mu’thi mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan Aqabah setelah matahari terbit hingga zuhur. Sebab Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan jadwal jemaah haji Indonesia

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Jemaah haji jangan paksakan diri kejar keutamaan lempar jumrah
Jemaah haji lempar jumrah di Mina. ©REUTERS/Ahmed Jadallah

Penyelenggaraan ibadah haji sudah mendekati fase puncak. Jemaah akan melakukan rangkaian kegiatan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Laporan wartawan merdeka.com, Muhammad Hasits dari Arab, jemaah mulai bersiap diri agar bisa menjalankan ibadah haji sesuai rukun, wajib, dan sunnahnya.

Dalam ibadah haji dikenal waktu afdal dan afshah. Waktu afdal dipahami sebagai waktu utama menjalankan tahapan ibadah haji, sedang afshah adalah waktu dalam menjalankan tahapan ibadah haji.

"Kami akan berusaha memberi pemahaman kepada jemaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdlal) karena berisiko," kata Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi di Kantor Daker Makkah, Selasa (22/8).

Waktu utama yang dimaksud adalah melontar jumrah Aqabah dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan Aqabah pada waktu itu. Sebab Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan jadwal jemaah haji Indonesia.

"Patuhi schedule yang telah ditetapkan Pemerintah Saudi dan Indonesia," tegasnya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini menilai, ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jemaah pasca menunaikan ibadah haji.

"Keutamaan bisa dirasih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur," ucapnya.

Pemerintah Saudi telah mengatur waktu untuk jemaah Indonesia dalam melontar jumrah. Masalah waktu seringkali jadi persoalan serius karena semua jemaah dari berbagai negara mengejar waktu afdal.

"Harapan kami, jemaah lebih mengutamakan keabsahan dan keselamatan haji karena itu yang memang harus menjadi bagian prioritas semua jemaah," tutupnya.

Berikut ini waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah menjadi salah satu wajib haji:

1. 10 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 06.00-10.30 waktu Arab Saudi (WAS).

2. 11 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 14.00-18.00 WAS.

3. 12 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 10.30-14.00 WAS.

Rekomendasi