Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengimbau semua pihak juga terus menjaga kerukunan beragama.
"Prokes ini adalah sebagai ikhtiar bersama agar kita semua senantiasa sehat dan selamat di tengah pandemi yang belum selesai ini. Untuk itu, meski kita dibolehkan beraktivitas dalam berbagai bentuk dan macam kegiatan, namun mari terus saling menjaga antar sesama," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/12).
Dia mengatakan Nataru tahun ini masih akan dijalani dalam suasana keprihatinan karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Untuk itu, pihaknya mengajak agar seluruh aktivitas kemasyarakatan nantinya dilaksanakan dengan mematuhi prokes sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah.
Tidak hanya itu untuk mengantisipasi persebaran virus corona, Kemenag juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE 33 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 dalam Pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal Tahun 2021. Selain disiplin dalam prokes, jelang perayaan Natal, Kemenag juga meminta masyarakat maupun ormas keagamaan untuk mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati di tengah keberagamaan di Indonesia.
Kamarudin mengatakan salah satunya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan itu maka kerukunan. Serta kedamaian yang selama ini sudah tercipta dengan baik juga tetap akan terjaga.
"Mari kita menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal, sebagaimana umat Kristiani menghormati yang tak merayakan Natal. Jika masyarakat saling menghormati, maka semua akan mendapatkan kehormatan, tanpa ada yang merasa terhinakan," ungkapnya.
Dia mengatakan saling menghargai perbedaan dan cinta kedamaian ini, juga merupakan refleksi dari substansi ajaran agama. Dia pun mengajak para tokoh agama untuk membimbing umat agar saling menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
"Karena itu menjadi perekat sosial menyambut Nataru ini," pungkasnya.