Janji lunasi utang dan biayai umroh pengikutnya, Agus dikira ISIS

"Papa punya harta di Swiss, semua dibantu utang-utangnya."

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Janji lunasi utang dan biayai umroh pengikutnya, Agus dikira ISIS
Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Sejak 17 Maret kemarin, Agus Santoso bersama 200 orang pengikutnya, berpindah dari Hotel Grace (Antariksa) di Jalan Perusahaan Nomor 53, Desa Tunjungtirto, Singosari, Kabupaten Malang ke sebuah hotel di Kawasan Songgoriti, Kota Batu.Agus dan teman-temannya sedang menunggu kehadiran pengusaha dermawan bernama Haji Muhammad Eddy yang sedang berada di China. Eddy menjanjikan kepada mereka, akan melunasi utang-utang yang menjadi beban hidup Agus dan teman-temannya. Mereka semua di bawah koordinasi Agus yang selama ini sebagai anak angkat Eddy."Kami sedang menunggu kedatangan papa Haji Muhammad Eddy. Beliau yang akan melunasi utang-utang kami. Selama menunggu kami diberi fasilitas hidup, yang penting bersabar," kata Agus yang ditemui di hotel tempatnya menginap, Rabu (18/3)Saat diwawancarai, Agus berpesan tidak menyebutkan nama hotelnya, karena sebelumnya pihak hotel keberatan.Aktivitas Agus semula dikaitkan dengan gerakan Islamic State Iraq and Suriah (ISIS). Modus menawarkan umroh gratis diduga sekadar sebagai kedok. Para peserta diminta mendaftar dengan biaya Rp 150 ribu."Kami tidak ada kaitannya dengan ISIS. Kegiatan kami sudah dijelaskan kepada aparat tadi malam, sebagai kegiatan sosial. Semua perilaku kami tidak ada yang melanggar hukum. Kami hanya sedang menunggu papa Eddy," katanya."Kami diajak kembali ke jalan yang benar. Papa punya harta di Swiss, semua dibantu utang-utangnya. Rencananya dibuatkan perusahaan asalkan digunakan untuk membantu orang lain, dan tidak menyusahkan negara," sambungnya.Mereka semula tinggal di Hotel Serayu, Jalan Serayu 3A Kota Malang sejak November 2014 sampai 1 Maret 2015. Sejak 1 Maret, mereka pindah ke Hotel Grace (Antariksa) di Jalan Perusahaan Nomor 53, Desa Tunjungtirto, Singosari, Kabupaten Malang sampai 16 Maret 2015.Selama mereka di Hotel terlihat hanya duduk dan ngobrol antara sesama teman. Aktivitas mereka terkadang diisi dengan jalan-jalan, selain mendapat siraman rohani dari Agus Santoso.Polres Batu dan Kodim sempat melakukan interogasi pada pria asal Lumajang selama hampir 4 jam. Sudah sekian waktu aktivitas mereka terus diawasi. Hingga kini pihak berwenang belum menemukan unsur pidana yang dilakukan oleh Agus dan kawan-kawan.

Rekomendasi