Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima hibah vaksin Covid-19 Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab (UEA). Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, vaksin tersebut akan diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang berada di daerah Zona Merah.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan alokasi vaksin yang diterima sebanyak 121.648 dosis vaksin untuk 60.824 penyandang disabilitas. Berdasarkan data Dinas Sosial Jabar, jumlah penyandang disabilitas di Jabar sendiri mencapai 150.000 orang.
Sebelum mendapat hibah ini, Pemerintah Provinsi Jabar sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna, Kota Bandung pada awal Juli lalu.
Dengan begitu, ia mengaku sudah memiliki skema dan teknis vaksinasi kepada penyandang disabilitas.
"Vaksinasi penyandang disabilitas di Jabar sudah dimulai dan kita sudah punya pengalaman waktu di Wyata Guna," ucap Ridwan Kamil melalui siaran pers yang diterima, Jumat (30/7).
Nantinya, vaksinasi bagi penyandang disabilitas akan berlangsung di sejumlah tempat. Pasalnya, jika mengandalkan fasilitas puskesmas, maka prosesnya akan lebih memakan waktu.
Data sasaran penerima vaksin akan berbasis kecamatan di zona Merah.
"Idealnya memang di puskemas tapi tidak akan bisa 100 persen direalisasikan dan butuh waktu lama. Kami akan gunakan juga sekolah, pesantren dan mobil vaksinasi, tapi waktunya dipisahkan supaya memudahkan petugas melakukan tindakan yang terukur," imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar Nina Susana Dewi mengatakan, pihaknya sudah menerima hibah 121.648 dosis vaksin Covid-19 Sinopharm dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagi penyandang disabilitas.
Vaksin tersebut pun langsung didistribusikan ke 27 kabupaten/kota dengan alokasi sesuai jumlah penyandang disabilitas.
Selain itu, ia menyebut dari sekitar 1.100 Puskesmas yang ada di Jabar, 90 persennya sudah memiliki akreditasi untuk layanan penyandang disabilitas.
"Vaksinnya sudah datang dua dosis, kami akan membagi untuk 27 daerah sesuai jumlah penyandang disabilitas," kata Nina.
Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia mengatakan, total target penyandang disabilitas dalam hibah vaksin ini sebanyak 225.006 orang. Selain Jabar, hibah juga diberikan kepada provinsi lain.
"Kami serahkan teknisnya, mekanisme dan distribusinya kepada provinsi," ucap Angkie.