IPW kecam pemanggilan Haris Azhar, Polri dinilai arogan anti kritik

Padahal, secara garis besar sudah banyak anggota Polri yang terlibat narkoba.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
IPW kecam pemanggilan Haris Azhar, Polri dinilai arogan anti kritik
Kluarga Ruben datangi KontraS. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Indonesian Police Watch (IPW) mengecam keras rencana Polri memanggil Koordinator KontraS Haris Azhar terkait testimoni milik terpidana mati Freddy Budiman. Selain tidak memiliki dasar hukum, pemanggilan Haris dinilai bentuk arogansi Polri."IPW mengecam keras rencana Polri memanggil Haris Azhar sehubungan kasus nyanyian Freddy Budiman. Pemanggilan tidak memiliki dasar hukum dan menunjukkan arogansi Polri," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (3/8).Selain arogansi, Neta menilai pemanggilan itu menunjukkan kalau Polri anti kritik dan tidak sejalan dengan jargon Presiden Joko Widodo (Jokowi) revolusi mental. Padahal, secara garis besar sudah banyak anggota Polri yang terlibat narkoba."Pemanggilan itu menunjukkan Polri yang anti kritik serta tidak mau berubah atau tidak mau melakukan revolusi mental, sementara jumlah anggota Polri yang terlibat narkoba terus bertambah," tegas dia.Neta justru mempertanyakan alasan Polri memanggil Haris. Sebab, dalam testimoni berjudul 'Cerita Busuk dari seorang Bandit' itu, Neta tidak melihat ada rangkaian kata yang merujuk kepada penghinaan terhadap seseorang.Sehingga, pemerintah seharusnya berterimakasih kepada Haris yang mau membeberkan pengakuan Freddy. Meski tidak memiliki bukti yang cukup, menurut Neta keterlibatan anggota polisi dengan narkoba dan gembong narkoba justru sudah menjadi rahasia umum.Neta melanjutkan ketimbang memeriksa Haris, seharusnya Polri dan BNN memeriksa anggota BNN yang mendatangi Freddy ke Nusakambangan."Tentu banyak saksi yang melihat kedatangan oknum itu dan cctv pun bisa menjadi barang bukti," ucap Neta."Bagaimana pun aksi kolusi para bandar narkoba dengan aparatur harus diperangi. Polri harus menjadi ujung tombaknya. Dengan membungkam Haris sama artinya Polri melindungi oknum-oknum yang memanfaatkan institusinya untuk berkolusi dengan bandar narkoba dan memperkaya diri," pungkas Neta.

Rekomendasi